Thursday, June 3, 2010

Tahi Kerbau.

Kurang dari 2jam, orang melupakan kebaikan orang lain. Mudah sekali rasanya mengatakan ga punya otak sementara orang yang disebut ga punya otak itu selama ini diserap ilmunya. Sebut saja "X", mudah sekali X ngatain orang bullshit, sementara si bullshit ini sudah banyak diambil dan ditiru referensi buku-buku bacaannya, si tahi kerbau ini dipinjam HD-nya, di-copy isinya sampai bagian rahasia yang TIDAK SEHARUSNYA di-copy pun di-copy tanpa minta persetujuan terlebih dahulu. Itukah ETIKA? Rasanya aneh, Tahi Kerbau lebih mengerti Etika.

Si tahi kerbau inilah yang membersihkan kotoran-kotoran yang X sebabkan kalau datang ke rumahnya. Dan tahukah X bahwa begitu banyak teaching yang dia serap, pola berpikir yang dia ambil dari si Tahi Kerbau? Bukankah barang-barang si Tahi Kerbau ini sangat menarik untuk dipinjam awalnya? Bukankah dulu meminta menggunakan barang si Tahi Kerbau untuk manggung? Bukankah selalu memakai kendaraan si Tahi Kerbau untuk pergi kemana-mana?

YA benar! Tahi kerbau! Tahi kerbau ini adalah pupuk buat orang lain.
Ya sudah memang mengerti dan MEMANG BENAR BAHWA ORANG HANYA DATANG UNTUK SEBUAH KEPENTINGAN. Mungkin memang salah Tahi Kerbau mempercayai orang yang salah di waktu yang salah. Pelajaran untuk tidak menjadi naif selalu tersedia dimana-mana. NAIVETY SURELY KILLS YOU! X, TERIMAKASIH UNTUK PELAJARAN BERHARGA INI!

1 comment:

  1. Hohoho kirain tahi kerbau apaan, ternyata translate dari b******* toh.

    ReplyDelete