Showing posts with label Double trouble = Love. Show all posts
Showing posts with label Double trouble = Love. Show all posts

Saturday, September 3, 2011

Be a Man! Shout Yer Mind Out!

Well...
It's been a while since mah last post...
I've been in funny situations lately. Well, yeah it's relationship issues.
Things happened so fast here and there that makes me wondering.
I won't tell ye in details, I'll make it short and clear.

First thing first, this is the golden rule:

Give women wut they deserve, not wut they want.

Unless she's yer momma, ye shouldn't fuckin care wut she'll think about ye.
Ye ARE ye! Their approval isn't needed. Some guys always get the bad label because sayin out loud wut's in their mind about how things should work and always get wut they want.
And some other guys always hold their opinions, they don't speak their minds, because they're too afraid to hurt women. At the end of the day they're so fed up and got heart attack, they died early because the accumulation of bad moods inside their heart.

Yer choice mate!

Things ye should avoid:
1. Overly demanding woman. Always orderin ye around and thinks yer world evolves around her. She doesn't fuckin care wut kind of hellish day ye had. She'll summon ye whenever she likes.
2. Insecure woman.
3. A woman who loves to put ye on a guilty chair. Blackmailed by her tears? A no no situation! Imagine when ye married to her.
4. A woman who thinks that she's acting cute, while it's utterly annoying in yer eyes.
5. Immature woman, who thinks she's born this way and there's no way on earth she could change. BEJ is her hobbies. BLAMING EXCUSING, JUDGING.
6. A woman who have no clue about wut kind O'hell ye've been through.
7. Those who value ye based on wut ye have. Sum women think ye're a walking moneybag. LEAVE AT SIGHT!

"Otoko nara jibun no sekai ni tsukutta!" Means: A man should create his own world.-KC Chen

No need to be a sweet-talker, ye're not a salesperson. Ye gotta realize dat "good products sell themselves", jezz focus on improving yerself. It won't hurtcha to learn more, polish yer skills and expand yer knowledge, it will come in handy(stop yer wishy-washy words about how unfair this world is, as I said before a man Should be able to create his own world).

Be a complete person instead of looking for a complete person.
The law of attraction will do it's part!
Complete person attracts complete person.

I did promise ye to make it as clear and as short as possible.
it takes two complete persons to make a complete relationship.

Ciao

Sunday, February 13, 2011

Are You Lucky Enough?

Sering saya dengar kata-kata seperti ini bergentayangan saat Valentine tiba:
“Aku dalam penantian panjang akan kekasih.”
“Aku sedang menunggu yang terbaik untuk jadi pasangan hidupku.”
“Yang terbaik untukku belum sampai.”
Entahlah mengapa, rasanya saya begitu sebal mendengarnya. Bagaimana bisa? Karena rata-rata kata-kata tersebut keluar dari mulut seseorang yang TIDAK BERUNTUNG dalam hal percintaan. Ya! Kata-kata tersebut terucap untuk menghibur diri, obat lari dari kenyataan bahwa yang mengucapkan kalimat itu berusaha menegarkan diri mereka.

Oke, mereka tidak beruntung dalam percintaan. Lalu bagaimana caranya supaya jadi orang yang beruntung dalam percintaan? Saya pelajari sebelumnya, bahwa keberuntungan adalah kesiapan (preparation) + peluang (opportunity). Maka dari situ dapat diambil sebuah langkah penting pertama untuk menjadi beruntung (dalam hal ini percintaan):

Persiapan (preparation), sebelum anda masuk kedalam sebuah hubungan percintaan, beberapa hal yang perlu anda tanya pada diri sendiri;
“Sudah siapkah saya masuk kedalam sebuah hubungan percintaan?”
“Sudah siapkah saya sakit hati?”
“Sudah siapkah saya menerima perbedaan?”
Anda perlu bertanya hal itu, karena banyak hubungan yang dimulai tanpa persiapan berakhir bencana dan berantakan. Mungkin anda sedikit bingung tentang persiapan, persiapan apakah yang dimaksud?

Persiapan adalah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
-K-ray Cahyadi
Ada banyak contoh yang bisa menjelaskan persiapan;
bila anda ingin pasangan yang dewasa, baik hati dan pengertian, lakukan yang terbaik untuk memperbaiki karakter anda (Jangan mimpi kalau anda masih egois dan tidak mau introspeksi);
bila anda ingin pasangan yang pandai, mulailah lakukan hal terbaik untuk terus belajar dan menambah wawasan dan pengetahuan (Jaminan tulalit seperti HP 3G yang disambungkan dengan jaringan yang katanya 3G ternyata hanya gprs);
bila anda ingin pasangan yang kaya, mulailah memperkaya diri dengan banyak kebijaksanaan(Hanya mengandalkan penampilan? Terdengar seperti transaksi saja… As far as I know rich people hate shallow people).
Anda bisa juga menambah skill anda, kepandaian anda, memperbaiki penampilan, belajar menguasai emosi, belajar lebih sensitive terhadap perasaan orang lain kurang lebih itulah yang disebut dengan persiapan.

Lalu, bagaimana dengan peluang(opportunity)?
Selama ini banyak pandangan salah mengenai peluang, orang cenderung duduk diam menunggu peluang.
Atau ada sebuah paham lain yang mengatakan bahwa kita HARUS menjemput bola mengejar peluang.
Well, lucunya adalah kedua hal tadi memiliki barisan fans tersendiri yang saling terpisah.

Paham pertama yakin dan percaya akan “jodoh made in heaven” sedang yang kedua adalah “trial and error method”, yang pertama sering menghibur diri bahwa semua akan baik-baik saja tanpa harus melakukan hal apapun, sedangkan yang kedua sibuk kesana kemari membuang tenaga mengejar-ngejar peluang dan kecewa saat peluang tidak dapat diraih.

Terlepas dari apapun paham yang anda anut, saya ingin meluruskan suatu hal disini.
Bahwa peluang itu bukan ditunggu seperti transferan gaji ke rekening waktu awal/akhir bulan, dan bukan dikejar seperti seekor anjing mengejar pencuri. Sebagai seseorang yang terus menerus bergelut dengan dapur, dimana dunia saya berfokus pada penciptaan maka suatu hari saya mendapatkan sebuah pencerahan.

“EUREKA! Bahwa sebenarnya PELUANG tidak ditunggu atau juga dikejar. Tapi PELUANG HARUS diciptakan!”

Apakah yang dimaksud menciptakan peluang?
Anda sudah siap secara mental, sudah cukup dewasa dan berkarakter, berwawasan luas, punya banyak skill, berpenampilan menarik, mapan dan mandiri….
Lalu mengapa anda masih belum beruntung alias masih saja belum mendapatkan pasangan yang selayaknya anda dapatkan?
Karena mungkin anda duduk diam dengan manis ala anak TK menunggu namanya “jodoh made in heaven”; mungkin kata Tuhan seperti ini; ”Sabar dulu ya, Nak. Masih diadon nih jodoh lu.”

"Tired of waiting? Probably because you do NOTHING while waiting. Fools!" -K-ray Cahyadi-

Atau anda sibuk kejar sini, kejar sana, tembak sini, tembak sana dengan harapan ada yang tembus 1 orang, pakai prinsip ala sales yang seperti ini; “Masa dari 100 klien diprospek ga ada 10 orang yang beli?”
Terdengar ironis? Usaha membabi buta hanya membuang tenaga.

Wow, so much effort when you are going nowhere… AMAZING!

Jadi mulailah menciptakan peluang, mulai bergaul di lingkungan yang tepat, percuma saja anda memoles diri bila tidak ada yang tahu siapa diri anda sebenarnya. Menciptakan peluang berbicara mengenai memposisikan dan mengkondisikan diri supaya kesiapan anda menghasilkan sesuatu. Banyaklah “beredar” di kolam yang tepat, karena tidak pernah ada namanya pasangan hidup datang dengan sendirinya, semua perlu proses.

"Menciptakan peluang: Mengkondisikan dan memposisikan diri supaya persiapan kita bisa menghasilkan keberuntungan."
-K-ray Cahyadi

Bersiap-siap dan ciptakanlah peluang!
Happy Valentine!

Resapi,
renungkan dan praktekkan.
Karena perubahan memerlukan tindakan
Ciao

Wednesday, February 10, 2010

Fenomena Ban Serep

“Adalah sangat memuakkan saat seseorang hanya hadir disaat ia minta didengar, diperhatikan dan dihargai. Sementara dia tidak pernah mendengar, memperhatikan dan menghargai kita.” –K-ray Cahyadi-

Bayangkan bila anda adalah sebuah ban serep alias ban cadangan. Sebagian besar waktu anda dihabiskan di dalam gelap dan sumpeknya sebuah bagasi. Mungkin cukup beruntung bila anda adalah ban serep sebuah mobil jeep yang di gantung dengan gagahnya di pintu belakang. Atau mungkin akan sangat menyebalkan bila anda adalah ban serep sebuah mobil keluarga semacam Avanza atau Xenia, anda tergantung berdebu di bagian bawah, tidak jarang saat mobil terkena polisi tidur yang cukup tinggi, anda akan berbenturan dengan polisi tidur tersebut. Sering kita mengeluh saat membawa barang lebih di bagasi karena volume bagasi yang berkurang akibat keberadaan ban serep. Bahkan banyak orang yang hampir tidak pernah menggunakan ban serep sama sekali, sehingga pada saat harus menggunakannya, didapati ban serep tersebut karetnya menjadi terlalu kaku, getas, mudah rusak. Memang sebuah ban serep atau cadangan hanya difungsikan di saat-saat krusial, tidak ada perawatan dan perhatian khusus kepadanya.

Mungkin cukup aneh bagi anda, bahwa harus sedemikian panjang untuk saya menjelaskan apa yang dialami ban serep. Sebenarnya bila anda cermati di dalam kehidupan, ada banyak orang-orang yang anda perlakukan selayaknya ban serep. Anda hanya menghubunginya di saat genting, anda hanya datang padanya di saat kesusahan. Anda hanya butuh bantuannya, tidak perlu kondisi apa yang sebenarnya sedang ia hadapi.

Bila anda adalah seorang konselor dan konsultan tentunya anda akan sangat sering menjumpai tipe-tipe manusia seperti ini. Selalu datang di saat-saat sulit mereka, tentunya andapun tidak bisa mengeluh terlalu banyak karena ini adalah tuntutan dari pekerjaan anda(and of course you get a good payment). Namun lain ceritanya apabila anda mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari anda. Seorang teman yang selalu mengusik hidup anda disaat dia membutuhkan pertolongan, dan segera menghilang pada saat dia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan dan anda melakukannya secara gratis atas nama persahabatan.

Dalam bidang pekerjaan sering kita temukan di kantor, para manusia tidak tahu diri yang membebani tugas pekerjaan mereka pada orang lain. Tanpa rasa berdosa menambahkan pekerjaan pada orang lain, padahal itu bukanlah tugas dari “ban serep” tersebut. Kadang dalam tahap keterlaluan, seorang “ban serep” yang tidak mendapatkan penanganan yang segera dapat melakukan hal nekat. Berapa banyak kasus penembakan di tempat kerja terjadi di Amerika Serikat?

Dalam bidang pendidikan, kita mengenal istilah bullying. Bila bullying jelas-jelas menyalahi aturan, ada sebuah bentuk pemanfaatan halus yang terjadi di sekolah. Anak-anak “sumber contekan dan PR” lah yang biasa menjadi “ban serep” disini. Mereka hanya dicontek PR dan test nya. Sementara tidak dianggap dalam pergaulan, malahan disebut kutu buku, orang aneh dan autis yang hanya main video game(padahal memang karena tidak ada seorangpun yang mau bergaul dengan mereka). Biasa di usia ini tindakan paling nekat adalah bunuh diri(seperti yang terjadi di Jepang) atau kasus penembakan (Amerika).

Atau bagaimana rasanya saat orang tua merasa dijadikan ban serep? Hanya dihubungi pada saat seorang anak membutuhkan kiriman uang, butuh nasehat, butuh didengar. Sementara pada saat senang, bahagia, tidak sekalipun diingat, diperhatikan? Bahkan dalam beberapa kasus, orang tua justru ditugaskan mengurus cucu karena dirinya begitu sibuk asyik dengan pekerjaan dan kegiatan? Orang tua anda BUKAN ban serep! Rasanya begitu pahit seorang anak yang dibesarkan dengan penuh kasih hanya meminta dan tidak pernah memberikan perhatian. Terlebih lagi justru semakin merepotkan ketika sudah berumahtangga dengan menugaskan orang tua mengurus cucunya.

Lain halnya dalam bidang hubungan percintaan. Ada beberapa orang yang mempraktekkan hal ini dalam kehidupan percintaan mereka. “Jaring Pengaman Kedua” demikian kadang pria/perempuan “ban serep” ini disebut. Selalu menyediakan waktunya, perasaannya, pikirannya bahkan harta mereka untuk orang yang mereka cintai tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka hanya sedang diperalat. Akhirnya banyak sekali kata “capek hati” yang keluar dari para “ban serep” ini, sementara dia disana tersenyum bahagia karena sudah mendapatkan semua yang mereka inginkan. Habis manis sepah dibuang demikianlah peribahasa yang sangat tepat untuk menggambarkan situasi ini. Secantik atau seganteng apapun orang itu, tinggalkan saja. Karena diluar sana orang yang tepat sedang menunggu anda.

Semua hal yang dialami hasilnya begitu banyak trauma dan sindrom yang sulit diobati. Setiap pengobatan perlu berjam-jam terapi dan rekonsiliasi. Luar biasa bukan? Sebuah kata sepele bernama “egois” bisa melahirkan begitu banyak masalah yang kompleks. Cobalah refleksikan berapa banyak ban serep sudah anda sakiti karena keegoisan anda? Selalu meminta waktu untuk didengarkan, selalu meminta pertolongan, selalu ingin diperhatikan, selalu ingin dinomorsatukan. Apakah yang anda sudah lakukan untuk para ban serep ini? Sadar dirilah bahwa anda adalah seorang yang egois, suatu hari anda akan diperlakukan rekan kerja, sahabat, kekasih, bahkan oleh anak anda sebagaimana anda sudah berbuat demikian. Siapa menabur, dia menuai. Sebagai penutup, sebuah saran, nasehat bagi para ban serep di luar sana adalah: Adalah lebih baik menikmati hidup anda tanpa memusingkan otak anda dengan memikirkan masalah orang-orang yang tidak tahu diri. Tidak baik mempersulit diri kita dengan masalah orang lain, beranilah berkata “TIDAK!” untuk kebaikan anda sendiri.

Resapi, renungkan dan praktekkan.
Karena perubahan memerlukan tindakan
Ciao

Friday, November 13, 2009

Unconditional Love

Most people say like this:
"I love you because I need you."

But my God says this all the time:
"I need you because I love you."
He really needs me, because He really loves me.

So if we believe that we shared the same image as our God, we should be able to love with sincere heart.
We can also need others because we love them, not because ulterior motives and interest.

-K-ray Cahyadi-

Saturday, October 3, 2009

WHEN

When are we ready? To earn our right to love and to be loved? I don’t believe in superstitious whatsoever. Everything is predictable, check yourselves guys.

*It’s not when you feel you are lonely, you will always be lonely. Kalau u pikir dengan adanya pacar idup lu ga bakal lagi terasa sepi. Lu salah! Since loneliness is a state of mind. No one but yourself can change it.

*It’s not when you want to forget someone. Ga adil buat orang yang baru, coz you keep on thinking bout someone from the past. You haven’t freed your mind from the past. Keep thinking of him/her while you with new one. Pelarian bukan jawaban, u cuma akan menjadi another heartbreaker. Puas?

*It’s not when you are running from truth. Beberapa orang berpikir lari dari kenyataan akan mempermudah semuanya, nyatanya tidak. Masalah justru semakin rumit saat anda lari.

*It’s not when you are worried about the future. Some people ngebet gara2 masuk UP alias usia panik. Doing everything to get it, to be loved. It’s not about age, it’s about character maturity!

*It’s not when you are conquered by lust. Ga sedikit orang yang mati2an kejer cinta atas dasar nafsu. Yet, they covered themselves and justify themselves and say: “this is love!” in my eyes they are merely pathetic being ruled by their lust. Moreoever I hate what they do when they justify themselves with Holy Bible.

*It’s not when you need to be loved. To be loved, you must love first.

*It’s not when you are broken. Cuma God melalui waktu yang bisa heal your wounds. Not new person yang u perlakukan dengan tidak adil. You think you take nothing from him/her. Time is precious, always hearing your complaints then get dumped when you found new person is not fair.

But this:

*When you are ready and well prepared to face the consequences in being vulnerable. Selama anda tidak siap menerima konsekuensi, jangan pernah bermimpi to get there. It’s because keep on thinking about consequences why lots people stuck in their ways.

*when you no longer haunted by the past or being worried bout the future. When you are freed, you will find tranquility and clarity.

*when you fully take responsibility in your present life. Selama u ga bisa bertanggungjawab dengan hidup u, jangan harap u bisa dicintai.

*when you no longer care about the result and strive with all your might with sincerity.

*when you no longer running and hiding from yourself. Selama tidak bisa menerima diri sendiri, orang lain TIDAK AKAN PERNAH bisa menerima anda.

*when you start accepting other’s weakness. No tolerance? Nothing! Think twice, u think you are perfect, ga pernah salah? Berpikir kalo u perfect aja itu udah salah.

*when you do what you said, you really mean it. Not like a bunch of hypocrite. Integrity is a must.

*when you stop putting a nonsense standard. Standar yang ga masuk akal tanpa “ngaca” Cuma jadi bahan tertawaan.

*when you stop behave like a child and take a brave step into maturity.

*when you live your life to the fullest and stop regretting. Life is GREAT! Life is a bless! Cherish it!

Unless you stop blaming others and take 100% responsibility in your life, you will NEVER be healed!
I am but a man, and I can err.

"Hier stehe ich. Ich kann nicht anders. Gott helfe mir. Amen."-Martin Luther

God bless you!

Thursday, September 24, 2009

Better of Alone

I am so scared of her....
I am scared of her charm....
I am scared of her spells....
I am scared of her traps....

Yes, I am scared of sinning.
I don't want to make all these efforts end up in vain.
I don't want to make my life lost like those who end up strangled in sin

No mater how hard
I have to do this
End all this madness here
Once and for all.....

Better of alone...
Yeah, I think of better of alone.
Waiting...
Erase all those pictures from my mind.

Better of alone....
In deep solitary life
Back into contemplation
Surrounded by tranquility