Semua orang kalau saya tanya siapa yang mau sukses, semua pasti akan mengangkat tangannya. Tapi ketika saya tanya siapa disini yang merasa dirinya sudah sukses, sedikit sekali bahkan tidak ada orang yang memiliki kepercayaan diri untuk mengangkat tangannya. Terlepas dari begitu relatifnya ukuran tentang kesuksesan, hal ini memicu saya untuk menindak lanjuti sebuah pertanyaan di dalam pikiran saya, “mengapa?” demikian sebuah kata tanya muncul dalam kepala saya, mengapa hanya segelintir saja orang yang mencapai kesuksesan?
Tentu kita mengenal nama-nama deretan orang-orang yang sukses dalam bidangnya, tentunya orang-orang tersebut adalah segelintir orang-orang yang sangat jarang bisa mencapai apa yang disebut dengan performa puncak dalam hidupnya. Dan banyak sekali orang yang tidak sukses, setelah banyak menghabiskan waktu untuk berpikir akhirnya saya menemukan sedikit titik cerah yang cukup bisa mengobati rasa penasaran saya mengenai fenomena ini.
Mengapa sebagian orang sukses dan sebagian lagi gagal? Karena sebagian kecil orang yang mencapai kesuksesan ini memiliki hasrat (desire) dan tekad (determination) untuk mencapai apa yang mereka idam-idamkan lebih besar dibandingan dengan orang-orang yang gagal. Hasrat dan tekad inilah yang terus membakar dan mendorong mereka untuk tetap fokus (focus) dan memiliki komitmen (commitment) mengejar impian.
Sesudah itu mengapa orang yang memiliki tekad dan hasrat tetap saja gagal dan tidak bisa mencapai kesuksesan? Karena tekad dan hasrat saja tidak cukup untuk mencapai kesuksesan. Perencanaan yang matang (planning) juga sangat vital keberadaannya. Anda tidak dapat mencapai tempat tujuan anda sebelum anda membuat rencana rute mana yang akan anda jalani. Selain rute anda juga harus memperhitungkan rute alternative untuk bisa sampai ke tempat tujuan anda. Dengan rencana anda juga dapat mengenali batas kemampuan anda.
Mengapa orang dengan perencanaan yang matang tidak bisa sukses dan bisa gagal? Karena sebagus apapun rencana yang mereka buat tidak akan ada gunanya bila mereka tidak berani mencoba (try). Dalam mencoba ini ada yang dinamakan resiko (risk). Memperhitungkan sumber daya (resource) yang ia miliki, baik itu uang, tenaga, waktu dan pikiran.Terlepas dari berhasil atau tidaknya sebuah percobaan, sifat kesuksesan adalah selalu tertarik pada gerakan (drawn to movement), tidak mengherankan bila anda tidak pernah sukses karena anda tidak pernah bergerak.
Mengapa orang yang sudah berani mencoba dan memiliki sumber daya bisa gagal? Hal ini dikarenakan hanya sedikit orang saja yang terus menerus mencoba dan memiliki kegigihan (perseverance). Banyak sekali orang yang menyerah ketika percobaannya gagal dan menemui jalan buntu. Terkadang saat anda menyerah justru itu adalah saat terdekat anda mencapai kesuksesan. Adalah sangat vital untuk terus membiasakan diri (habitual) menjadi orang yang gigih.
Dan mengapa orang yang gigih masih bisa gagal? Karena hanya sedikit dari orang yang gigih bisa menyadari (realize) dan mau mengevaluasi (evaluate) kekurangan atau introspeksi diri (introspect). Dari evaluasilah didapat gambaran jujur tentang semua hal yang anda lakukan, kekurangan anda, kelebihan anda. Dari situlah anda bisa melakukan perbaikan-perbaikan (right methods). Dalam melakukan perbaikan tentunya akan banyak sekali hal-hal yang harus dikorbankan (sacrifice), ada kalanya berupa uang, waktu, pikiran, tenaga yang lebih lagi atau bahkan ego, yaitu menundukkan kesombongan untuk belajar lebih lagi (open-minded).
Orang sukses selalu menjadi inspirasi bagi orang lain (inspire others), tidak seperti orang-orang gagal yang selalu sibuk kesana kemari menjiplak dan mencuri ide orang lain, mengakui hasil karya orang sebagai miliknya. Orang sukses selalu ber-inovasi (innovate) dan bermetamorfosis (methamorph) dan terus menganggap hidup sebagai sebuah pembelajaran tanpa batas.
Dan mengapa masih tidak bisa sukses? Karena kesemuanya adalah mustahil tanpa kendali yang baik (control)! Hanya orang yang dewasa (mature) yang berani bertanggungjawab (responsibility) yang bisa sampai pada performa puncak mereka. Mereka sadar sepenuhnya apa yang mereka pikirkan, sadar sepenuhnya akan apa yang mereka katakan, sadar sepenuhnya akan apa yang mereka perbuat.
Inilah ringkasannya.
Orang sukses(pemenang)
1. Memiliki hasrat dan tekad mencapai mimpinya.
2. Focus dan komitmen pada tujuannya.
3. Membuat rencana yang terperinci, tau dan sangat mengenali potensi yang ada di dalam dirinya.
4. Berani mencoba.
5. Memiliki sumber daya.
6. Memperhitungkan resiko.
7. Berani bergerak dan tidak menunda waktu.
8. Gigih menganggap halangan sebagai batu loncatan untuk melompat lebih tinggi.
9. Membiasakan diri berjuang.
10. Sadar, evaluasi, introspeksi.
11. Mencari metode yang benar.
12. Berani mengorbankan kesenangan sesaat.
13. Terbuka pada kritik dengan rendah hati.
14. Menginspirasi orang lain.
15. Bermetamorfosis terus berubah menjadi lebih baik.
16. Hidup adalah perjalanan, selalu ada hal baru yang menarik untuk dipelajari.
17. Memegang kendali penuh dalam hidupnya, dewasa dengan penuh tanggung jawab.
Orang gagal(Pecundang)
1. Hidup segan, mati tak mau.
2. Selalu membias dan anti komitmen.
3. Tidak pernah punya rencana, merasa diri tahu segalanya.
4. Tidak berani mencoba.
5. Selalu menganggap dirinya miskin, dan memanfaatkan sumber daya orang lain.
6. Tidak pikir panjang.
7. Selalu beralasan menyalahkan orang lain dan keadaan(tentunya sambil menunda waktu).
8. Mudah menyerah, ketika buntu menjadi depresi dan marah-marah.
9. Membiasakan diri beralasan dan adu argument.
10. Keras kepala, selalu menganggap dirinya pintar dan benar.
11. Berkutat terus menerus di dalam metode yang salah.
12. Berani, karena mengorbankan orang lain.
13. Menganggap kritik sebagai serangan.
14. Sibuk mencuri ide dan memanfaatkan orang lain.
15. Sulit berubah, menganggap perubahan sebagai musuh.
16. Hidup adalah tujuan, cepat puas dan tidak mau mencari hal baru lagi.
17. Tidak bisa mengendalikan diri, terlihat dari cara berpikir, berbicara dan bertindak. Tidak berani bertanggungjawab. Tentu saja, masih tetap ngeyel mengaggap dirinya dewasa.
So, which one are you?
Indikasi diatas dibuat atas dasar harapan untuk membantu anda merubah keadaan anda saat ini menjadi lebih baik. Kenali diri anda, berubahlah segera.
Resapi, renungkan, lakukan
Karena perubahan memerlukan tindakan.
Ciao.
Monday, June 28, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment