Karena memulai segala sesuatu dengan indah sangatlah mudah.
Berusahalah menjalani hidup dengan tabah.
Terus berlari tanpa merasa lelah.
Tidak mengeluh ketika semua berubah.
Tidak menyalahkan orang lain saat masalah semakin parah.
Terus belajar dari sejarah.
Berani karena benar, takut karena salah.
Tidak berpikir dua kali saat menolong yang lemah.
Di tengah padang pasir menjadi air yang tercurah.
Selalu bersungguh-sungguh memberi dan tidak memberi remah.
Meski keraguan datang tidak menjadi gundah.
Belajarlah mengakui kekalahan dengan gagah.
Mendapatkan kemenangan tapi tidak pongah.
Kaya namun tidak bermegah.
Kekayaan bukan soal jumlah.
Memaafkan menjadikan putih hal yang merah.
Meski kesal tidak mudah marah.
Tidak berbuat dosa di dalam marah.
Tidak main sumpah serapah.
Tidak takut meski harus berkemah.
Tidak mudah dikompori dan menjadi gerah.
Tidak terombang-ambing dan tetap berdiri di tengah.
Dalam masalah tidak mau ikut-ikutan latah.
Tidak menjadikan orang lain sebagai sapi perah.
Takut akan Tuhan dan tidak berbuat hal yang membuat-Nya jengah.
Tidak mengikuti jalan para bedebah.
Tidak mudah menyerah.
Digossipkan hal yang tidak benar, tidak stress dan menjadi resah.
Orang boleh bermuka suram, tapi tetap selalu hadapi dengan ramah.
Menjadi jawaban bagi orang lain dan tidak menjawab dengan “HAH?!”
Menengok dan merelakan masa lalu dan berkata “sudahlah!”
Menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah.
Tidak memberikan cinta dengan murah.
Selalu berharap hari esok lebih cerah.
Tidak pernah kehilangan arah.
Beriman tanpa mengharapkan anugerah.
Maka setiap hari serasa pesta yang meriah.
Mengakhiri hidup sebagai pemenang dengan indah.
Tetap teguh meski orang benar dan setia semakin punah.
Akhirnya surgapun menjadi rumah.
Sunday, March 28, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment