Wednesday, April 21, 2010

Hari Kartini

Sebuah hari yang diperingati setahun sekali demi mengenang seorang pelopor pergerakan emansipasi di tanah air tercinta kita ini. Emansipasi perempuan, ya perempuan! Sesosok makhluk anggun dan mempesona. Ketika mendengar kata "perempuan" pastinya pikiran kita melayang pada sesosok perempuan yang sangat dekat dengan hidup kita, benar sekali, ibu kita sendiri.

Zaman sudah bergerak begitu cepat, banyak sekali perubahan disana sini yang kita temui, tidak terkecuali banyak sekali perubahan sifat perempuan. Kita sekarang sangat sulit menemui gambaran ibu kita di dalam diri perempuan masa kini. Zaman dan tuntutannya sudah merubah perempuan menjadi sesosok makhluk manipulatif.

Perempuan adalah makhluk manipulatif? Ya! Suka atau tidak, ini adalah sebuah kenyataan. Perempuan masa kini banyak menyembunyikan diri mereka di balik begitu banyak topeng. Dengan begitu banyak kepalsuan yang menjebak para pria mereka berlindung dibalik kelemah lembutan mereka yang membuat para pria tidak berdaya.

Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar mengenai begitu banyak cara-cara dan taktik serta strategi perempuan dalam memanfaatkan pria. Pastilah tidak akan cukup untuk dibahas disini dan pastinya akan menimbulkan begitu banyak polemik dan kontroversi.

Adalah lebih baik menutup artikel ini dengan percakapan kemarin antara saya dengan seorang sahabat saya.

Saya(Sy): "Cewe jaman sekarang penuh dengan tipu muslihat."

Sahabat(Sh): "Emang benar!"

Sy: "Tau ga apa yang gue maksud?"

Sh: "Suka manfaatin cowo!"

Sy: "Wah kalau itu sih umum sekali terjadi, tapi jauh sebelum memperalat para cowo. Ada sebuah modus operandi yang dilancarkan. Ngerti belom?"

Sh: "Maksud lo?"

Sy: (sambil buka BB) "Lihat cewe ini, sebenernya biasa aja, ga cakep, ga menarik. Coba lu liat."

Sh: "HAH!? Cakep gitu lu bilang biasa???"(sambil liat foto si cewe yang lagi dibahas di sebuah forum maya terbesar se-Indonesia di BB gue)

Sy: "Matanya aslinya ga sebesar itu, dia pake softlens khusus, plus kulitnya bedaknya itu tebel banget, pake foundation, bedak buat nyamarin flek, pemerah pipi, liat bibirnya, pake lipstik biar ga keliatan pecah2, plus idungnya aslinya ga begitu, sedikit tipuan pake make up jadi kesannya mancung, pake bulumata palsu sampe mata kaya ada gordennya, alis di tato, ditambah fotonya rada blur. Udah ngerti belom?"

Sh: "BAH! Parah nian!"

Sy: "Inilah yang namanya tipu muslihat, pembohongan publik!"

Sh: "Bener! Kita kan cowo ga pernah tuh dandan sampe kek gitu, paling pake jelly rambut doang. Yaa, kalo kerjaannya artis siih masi bisa dimaklumi deh kalo cowo. Tapi yang gue liat kayanya cewe ga artis ga orang biasa semua kek gitu..."

Sy: "Ini penipuaaan! Penonton KECEWA!!! KEMBALIKAN UANG KAMIIII!!!"

Penutup.
Kami cinta Perempuan yang apa adanya, nyaman dengan dirinya, memperhatikan penampilan sewajarnya, tampil elegan tanpa tipu daya seperti halnya kami mencintai ibu kami yang tidak memiliki tipu daya. Selamat merayakan hari emansipasi, semoga tidak kebablasan, kalo bablas silahkan kerjakan semuanya sendiri, dari tukang listrik, kuli bangunan, sopir tronton, montir mobil, dll.

Dari para pria untuk perempuan...
"Lepaskanlah topengmu"
(sayup-sayup terdengar lagu "Buka Dulu Topengmu" dari PeterPan)

No comments:

Post a Comment