Tuesday, November 24, 2009

Friday, November 13, 2009

Unconditional Love

Most people say like this:
"I love you because I need you."

But my God says this all the time:
"I need you because I love you."
He really needs me, because He really loves me.

So if we believe that we shared the same image as our God, we should be able to love with sincere heart.
We can also need others because we love them, not because ulterior motives and interest.

-K-ray Cahyadi-

Wednesday, October 28, 2009

TIME

Each moment is fragile and fleeting.
The moment of the past cannot be kept, however beautiful. The moment of the present cannot be held, however enjoyable.
The moment of the future cannot be caught, however desirable.

But the mind is desperate to fix the river in place: Possessed by ideas of the past, preoccupied with images of the future, it overlooks the plain truth of the moment....
The one who can dissolve his confused mind in silence will suddenly discover the tranquility at his feet, and clarity at hand.

When tranquility and clarity has become one of your possessions, you can control your whole life properly. Because there, you will see the master plan that God has made for each of us. He has our manual books. meaningless sound invites lots of interpretations. but silence invites clarity and tranquility. in silence, you will hear His Words more than you expect.

Never preoccupied ourselves with troubles and sadness...
Preoccupied by the leaf, you can't see the branch.
Preoccupied by the branch, you can't see the bark.
Preoccupied by the bark, you can't see the tree....
Preoccupied by the tree, you can't see the forest.
Preoccupied by the forest, you can't see the mountain.
Preoccupied by the mountain, you can't see the entity and the beauty of the entire universe.

It's not wise to waste your time preoccupied by useless matters. We have limited time on earth, we all die eventually. Think how to improve yourself, be extraordinary!

Monday, October 26, 2009

Apartemen Lantai 60

ada satu keluargayang kontrak rumah membeli sebuah apartemen di lantai 60. apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. then, tibalah hari yang dinanti. apartemen dambaan telah jadi selesai dengan baik. dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka.

mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain. "nanti diatas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai denger musik,bisa meneropong jauh, bersantai mandi dolo, pokoknya enak deh..."demikian pikir mereka.

sesampainya mereka disana, mereka menemui developer. ternyata, apartemen itu baru setengah jadi. dan lift belum terpasang. mereka sangat kecewa dibuatnya. mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat.

mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.

sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "toh diatas kita ga perlu telpon or pesen apa2"demikian menurut mereka.

di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "toh kita masih pake baju."

lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu2 yang kita punya itu2 aja."

teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "toh tadi masih kenyang makan banyak."

lalu... di lantai 55 teropong dengan tripod yang seangat besar mereka tinggalkan begitu saja.
"toh diatas mau liat apa, belom jadi semua tower yang laen."

sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari, yang mereka miliki hanya sebuah kasur.
tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.

and so....
what's the point? mungkin bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang.
perjalanan itu melambangkan kehidupan.
tiap lantai yang ada, melambangkan umur.
dan anda adalah keluarga tersebut.
barang2 tersebut adalah mimpi anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan anda.

di umur 25 anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan anda, tanpa sadar anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial.

di umur 30 anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi anda akibat sulitnya bersaing.

di umur 35 anda mulai melupakan kesenangan ya ng anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan anda tidak mencukupi.

di umur 45 anda berhenti makan makanan yang anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini.

di umur 55 anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang anda lewati, anda mulai khawatir dengan masa depan anak anda.

di umur 60, anda menyesal, tidak banyak yang anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan.
anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, anda tidak memiliki achievement yang bisa dibanggakan, anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat anda, anda tidak bisa menikmati hobi anda di masa muda, kesehatan badan mengkhawatirkan.

so as i said to my friend, idup cuma dateng 1x. make sure! you fight for your dreams.
jangan lepasin, tapi usahakan. jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
dreaming is a freedom, so free your dreams.

Sunday, October 25, 2009

Not Good Enough?

Wow! Keren! Mantep! Luar biasa! Koq dia bisa yaa? Kekaguman mengisi hati kita. Rasa kagum pun lalu tiba-tiba pupus digantikan dengan perasaan yang lain. Perasaan inferioritas mengisi pikiran kita. Kita mulai membandingkan diri kita, kita dapati kalau kita tidak bisa apa-apa. Tidak ada yang cukup baik dari dalam diri kita untuk bisa dibanggakan.
Minderlah kita jadinya. Sementara di mata kita, terlihatlah orang-orang yang bercahaya mampu membuat banyak khalayak berdecak kagum. Kita pun pusing, kita sangat ingin menjadi seperti orang itu. Kaya, bisa main musik, jago masak, bisa menulis, ahli membuat lagu, ahli programming, dan lain-lain. Lalu jatuhlah kita kedalam fase lanjutan pusing tadi menjadi desperate. Hidup kita tidak terlalu menarik bila dibandingkan orang lain. Miskin petualangan, kurang warna, dan seperti biasa, kebun orang lain terlihat lebih indah dibandingkan kebun sendiri. Kita mulai bersungut-sungut pada Tuhan, “kenapa sih Tuhan ciptain saya tanpa ada satu hal pun yang baik?” Semua suram rasanya.

Ya! Teruslah salahkan keadaan, lanjutkan menyalahkan keluarga anda, teman-teman dan Tuhan. Anda telah percaya bahwa anda adalah orang yang salah di waktu dan tempat yang salah. Maka anda juga menganggap bahwa eksistensi anda merupakan sebuah kesalahan. Dan Tuhan menciptakan anda secara tidak sengaja alias kecelakaan yang tidak disengaja. Anda merasa anda adalah produk gagal.

Tahukah anda? Sekecil apapun anda di hadapan manusia, Tuhan ciptakan anda dengan talents dan segudang keunikan. Mengapa anda memaksakan diri ingin menjadi orang lain? Cobalah anda teliti dan analisa diri anda sendiri, pasti anda akan temukan ada sebuah talenta yang Tuhan beri. Mungkin talenta anda begitu kecil dan tidak signifikan, mungkin anda merasa talenta anda tidak ada gunanya sama sekali. Tapi ketahuilah, sesuatu yang Tuhan tanam dalam diri anda yang anda rasa tidak berharga di mata anda, bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga di mata orang lain.

Jangan selalu melihat kepada orang lain, you can’t use what you don’t have. Tuhan hanya pakai apa yang ada padamu. Saat Musa terus menerus mengeluh dan beralasan, Tuhan hanya bertanya di kitab Keluaran 4:2; Tuhan berfirman kepadanya: “Apakah yang ditanganmu itu?” jawab Musa:”Tongkat.” Tuhan tidak tertarik akan hal yang tidak ada padamu, tapi Tuhan bisa lakukan perkara besar dengan apa yang ada di tanganmu, meski tidak berguna di mata anda, apapun yang anda miliki adalah dari Dia, dan Dia mampu melakukan banyak mujizat luar biasa dari apa yang anda miliki.

Kita ingat perumpamaan tentang talenta, ada yang diberi satu, ada yang diberi dua, ada yang diberi lima(Matius25:15). Semua orang tahu, kalau tidak mengembangkan talenta itu dosa. Tapi mari kita tilik sedikit kisah ini dari sebuah sudut pandang lain. Kalau kita baca, hamba yang memegang satu talenta pergi lalu menyembunyikan apa yang tuannya beri. Besar sekali kemungkinan, hamba yang diberi satu talenta ini membandingkan dirinya dengan dua hamba yang lain. “Mengapa yang lain diberi lima? Mengapa dia diberi dua talenta? Kenapa aku hanya diberi satu talenta saja? Ini tidak adil, tuanku tidak adil! Lagi pula rasanya sungguh egois memerintahkan aku mengembangkan hartanya. Lebih baik aku kembangkan saja yang aku punya yang bukan dari tuanku. Sebaiknya aku ikuti anjuran temanku untuk mencari talenta lain diluar tuanku.” Kurang lebih itulah isi pikiran dia sehingga membuatnya menyembunyikan apa yang tuannya beri.

Oke, itu dari sudut pandang hamba yang dipercayakan satu talenta. Marilah kita baca lagi Matius 25:15;”.............., masing-masing menurut kesanggupannya, ...............” maka kita tahu kalau tuannya memberikan tanggungjawab yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Mengapa dia harus merasa tidak puas? Bayangkan, bila seorang buruh yang mendadak menuntut ditempatkan di posisi strategis seperti CEO tanpa kemampuan dan kapasitas yang memadai. Mungkinkah semua berjalan mulus?
Mengapakah banyak dari kita yang tidak tahu bahwa semakin banyak kita dipercayakan talenta, makin besar kita dituntut untuk mengembangkannya? Bukankah ada tertulis; “Yang diberi sedikit akan dituntut sedikit, dan yang diberi banyak daripadanya akan dituntut banyak.” Hal ini juga berlaku untuk hal talenta. Kita tahu buruh hanya mengerjakan tugas sederhana seperti mengoperasikan mesin, tugas dan tanggung jawab dia sangatlah terbatas. Jenis pekerjaan mereka pun tidak terlalu kompleks dan menuntut mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir. Tanggung jawab mereka tidak besar. Tapi coba kita bandingkan dengan seorang CEO, CEO dituntut mengetahui semua bagian dari sebuah perusahaan. Dia dituntut mengenal semua seluk beluk industri perusahaannya. Dari pengadaaan bahan, sistem organisasi, sistem pembukuan, sistem gaji, peralatan, perhitungan resiko, strategi pemasaran, manajemen SDM, manajemen SDA, dan lain-lain. Pekerjaan seorang CEO lebih berat dan kompleks. Jadi jangan hanya lihat gajinya saja, tugas CEO sangat berbeda jauh dibandingkan buruh. Berpikir dengan otak lebih melelahkan dibandingkan dengan bekerja dengan tenaga.

Tidak sedikit mereka yang iri, saat melihat ada orang-orang yang memiliki kapasitas dan kemampuan lebih dalam talenta mereka. Sebenarnya mereka awalnya sama saja, hanya saja ada sebuah perbedaan. Mereka yang sukses mengembangkan talentanya, menjawab tantangan saat datangnya sebuah promosi. What is promotion? Promotion is doing more works in the same amount of time. Which it means is mereka mau dengan sadar dan tanpa merasa terpaksa untuk masuk ke dalam kondisi yang menekan mereka, yang menuntut mereka melakukan hal lebih dalam tenggang waktu yang sama. Saat anda ingin jago masak, anda harus lebih banyak membuat beberapa menu sekaligus di waktu yang sama saat anda berada di dapur. Saat anda ingin jago bermain gitar, anda harus bisa memainkan variasi arpeggio lebih banyak dalam satu sesi latihan. Anda juga harus menulis artikel lebih banyak dalam satu deadline yang sama saat anda mau menjadi penulis yang serius.
Tidak cukup baik? Atau masih kurang baik? Tuhan selalu beri yang terbaik pada kita. Dia ciptakan kita baik adanya. Jangan memaksakan agenda kita pada Dia, berserah penuh pada-Nya. Apa yang ada pada kita adalah sempurna, tergantung cara kita mengolahnya. Tanah yang baiklah yang menghasilkan buah yang baik, jangan minder dan tidak percaya diri, karena rasa minder dan tidak percaya diri adalah semak duri yang mematikan benih talenta yang sudah Tuhan tanam dalam diri kita.

Berbahagialah pula bila anda diberikan modal yang sedikit, karena modal yang sedikit bisa berkembang menjadi banyak bila anda mengelolanya dengan baik. Sangat berbeda bila anda dari awal sudah diberi banyak modal, kecenderungan bocornya alokasi dana lebih besar. Karena anda tiba-tiba saja mengelola sebuah organisasi yang besar dan kompleks. Start small, grow big, end huge lebih baik seperti itu ketimbang dengan start big, grow small, end bankrupt. Uang yang besar hanya bisa dikelola dengan baik bila anda cakap mengelola uang yang jumlahnya sedikit.

Janganlah berkecil hati bila anda hanya dipercayakan Tuhan dengan sedikit talenta, karena dengan demikian anda bisa lebih fokus mengembangkannya. Bandingkan dengan orang yang diberi banyak talenta, mereka kesulitan mengembangkannya karena sulitnya menyediakan waktu untuk memberi perhatian lebih. Karena waktu sangat terbatas membuat siapapun, termasuk orang yang punya banyak talenta untuk memilih dan mengembangkan hanya satu atau beberapa talenta yang benar-benar bisa dikembangkan dengan serius. Ingat kata-kata wejangan paman dari Peter Parker sang Spiderman: “With great power, comes great responsibility.” Anda bertanggung jawab kepada Tuhan, kiranya talenta anda sekalian menghasilkan buah yang baik, buah yang bisa membuat nama Tuhan dipermuliakan.

God Bless You!

Friday, October 23, 2009

THE MORE I THINK, THE MORE CONFUSED I GET

Well, judul diatas sangat tepat menggambarkan apa yang terjadi di dalam hidup temen2 gue. Mereka kebanyakan mikir, yang jujur saja sebagai seorang teman gue bingung dan terpaksa ikut-ikutan latah berpikir melanggar salah satu aturan baku yang udah gue terapin dalam idup gue yaitu; "jangan memikirkan hal yang tidak produktif."

Cukup membingungkan mengapa banyak orang cenderung menikmati ketersesatan mereka di dalam pikiran mereka sendiri. Mereka memilih terhanyut di dalam praduga mereka, menerka ketidakpastian seolah menjadi hobby yang lebih menarik dari pada sedapnya petikan gitar Jim Hall. Sungguh aneh pula memikirkan sesuatu yang tidak nampak dan tidak pasti. Tidak seperti jas suede cokelat Zara yang begitu menarik mata gue pas shopping baju kemaren di Mal Taman Anggrek(asli! keren mampus dah!).

"The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all true art and all science. He to whom this emotion is a stranger, who can no longer pause to wonder and stand rapt in awe, is as good as dead: his eyes are closed."-Albert Einstein.

Misteri adalah suatu keindahan saat kita menatapnya dengan kekaguman(wonder), sementara ketika kekaguman ini membuat kita tenggelam dalam pikiran kita sendiri, memikirkan ketidakpastian, menebak-nebak tanpa suatu tujuan yang jelas(produktifitas) tanpa sadar kita telah membuang-buang waktu kita(tidak efisien dan efektif).

Mungkin banyak orang bingung kenapa sepertinya idup gue enteng sekali. Idup gue idup yang biasa-biasa saja, hanya saja gue menikmatinya dengan cara yang luar biasa. Cara yang sangat sederhana sekali, bahkan gue selama ini tidak pernah menganggapnya sebagai sebuah rahasia.

Sebuah syair dari lagu milik Syaharani berbunyi demikian: "Bagiku cukup tuk menikmati yang ada dan terjadi."
Ya! Sesederhana itu! Bagi gue, hal terutama adalah mensyukuri segala hal yang ada di dalam idup gue. Entah itu baik, entah itu buruk. Karena semuanya ada dengan sebuah alasan, yaitu demi sebuah kesempurnaan. Kesempurnaan adalah kesatuan indah antara hal yang menyenangkan dan hal yang tidak menyenangkan.

Bagaimana kita bisa menikmati terang, bila kita tidak pernah merasakan gelapnya malam?
Demikianlah dengan cinta; "The hurt and the pain are things you must experience and endure, in order to find where your heart resides."-K-Ray Cahyadi

Gue memilih diam dan menikmati semuanya, I chose to sit back and enjoy the show.
"Everything should be made as simple as possible, but not simpler."-Albert Einstein

God Bless you.

Thursday, October 15, 2009

Bahasa Kantoran

ASAP
Singkatan dari As Soon As Possible, biasanya dipakai oleh atasan yang minta laporan dari bawahannya. Paling males dapet email yang subjectnya ASAP pake huruf gede. Biasanya laporan ini sifatnya dadakan bgt. Celakanya, bagi bawahan, laporan inilah yg biasanya paling lama dicuekin, alias gak diduga2 kalo sewaktu2 bos minta, walhasil..JEBRET! Lembur sampe pagi!

TENTATIVE
Kata sakti yang biasanya dipakai untuk menjelaskan sesuatu di masa depan yang kurang jelas menjadi lebih gak jelas. Apalagi kalo dalam suasana meeting yang udah sangat gak produktif Dan super ngebosenin, kalo bisa semua keputusan bersifat tentative. Yang penting cepet pulang.

MEETING
Harusnya sih RAPAT dalam EYD. Tapi MO gimana lagi? Dah bekennya begitu, kalo bilang rapat, kesannya MO ke Pak RT atau Pak Lurah aja.

TARUH DI MEJA SAYA
Salah satu dari sedikit kalimat berbahasa Indonesia yang dapat mewakili status is pengucapnya. Biasanya kalimat ini diucapkan oleh : Owner kepada Direktur. Direktur kepada GM. GM kepada Manager. Manager kepada Supervisor. Supervisor kepada Staff . Staff kepada OB Dan terakhir OB kepada tukang bubur ayam. Kebayang kan ? Betapa susahnya kalo sang owner MO sarapan bubur?

AFTER LUNCH
Untuk menunjukan waktu yang HARUSnya jam 1 siang, tapi biasanya kalimat ini dipakai kalo janjian dengan level sesama manager atau diatasnya. Kalau masih janjian sesama staff or supervisor mah simple aja “Abis makan deh” atau “Makan dolo bro, baru Kita sambung” Note : Setinggi2nya level anda, jangan sampai bilang “Makan dolo bro.” ke owner.

COFFEE BREAK
Kebiasaan para pegawai malas yang tidak produktif. Sering dilakukan oleh bos atau para staff. Bos punya jadwal coffe break maksimal cuma 2 kali sehari Dan melakukannya di ruangan sendiri. Nah, kalau staff sering mencoba melakukan gerilya coffe break sesering mungkin di pantry, kantin atau smoking room. Dan sering panik kalau bos tiba2 memanggil. Ketika ditanya kemana, alesannya kreatif sekali. Fotokopi lah, ngejilid lah, toilet lah sampai alesan minta data dari komputer temen, gara2 YM-nya lagi trouble.

LEGALITAS
Campuran Indonesia-Inggris yang menunjukan keadaan pekerjaan yang sudah sampai ke level menengah keatas. Biasanya kata ini terucap ketika hasil atau proses produksi perusahaan tersandung sengketa. Heran, kenapa selalu kesebut kalo lagi kisruh ya? Contoh kalimat favorit “Kok bisa begitu? Legalitasnya kan sudah OK semua! Apa? Dia ngajak bawah tangan? Kuliah di mana sih TU orang?”

OVERTIME
Bahasa Indonesianya Lembur. Tapi somehow, overtime lebih keren. Soalnya kalo lembur kayak OB & Driver.

13th SALARY / BONUS
I love this sentence / word. Kalau nggak mengundang uang, seenggaknya mengundang kehebohan dalam kebersamaan. Dimana bagian2 yang tadinya bermusuhan & berseteru, tiba2 bersatu padu dalam kekompakan nan mengharu biru. sekaligus mall dan toko adi tempat pertemuan kedua

BREAKFAST/LUNCH/ DINNER MEETING
Kalau owner atau direktur yang melakukannya, terbukti efisien Dan tepat guna.. Kalau manager yang melakukannya terbukti menjadi alesan ulur2 jam istirahat Dan pemborosan budget perusahaan, sementara hasilnya tetep gantung. Kalau perlu melebar ke shopping meeting, karaoke meeting atau outbound meeting (biasanya ke Puncak. Sukur2 Bali )

ENTERTAINMENT
Hampir sejenis dengan penjelasan diatas. Bedanya produk yang dihasilkan berupa New Project atau sekedar ucapan terima kasih. Namun buntutnya lebih panjang, apalagi menyangkut new project. Budget yang disediakan pun lebih besar. Biasanya dilakukan oleh pimpro. Jenis entertaint juga bermacam2 tergantung sifat pimpro-nya. Adayang cuma sekedar dinner, karaoke malah sampai ke meja panti pijat plus plus di sekitar Fatmawati, Melawai atau daerah Kota & MangBes. Dengan satu tujuan mulia : Yang penting proyek jebol.

OUTING / OUTBOUND
Inisiatif management perusahaan dalam me-re-fresh karyawannya. Dengan tujuan agar lebih bugar Dan kompak menghadapi masalah2 di kantor. Sementara terkadang para karyawan mendapat hasil yang jauh lebih maksimal dari pada sekedar bugar. Affair. Moment Jo. Moment.

925 (NINE TO FIVE)
The International Office Hours. Bedanya, di negara maju dengan 925 bisa mencapai hasil yang maksimal, kalau di Indonesia 825 pun harus dibumbui overtime, dengan catatan gak janji beres ya.

24/7 (TWENTY FOUR SEVEN)
24 jam sehari 7 Hari seminggu. Kalimat sakti para bos untuk mengintimidasi tangan kanannya, dengan diiming-imingi bonus yang masih berada di gray area (baca : Kerja rodi dulu, bonus belom tentu, tergantung jebolan proyek)

PANTRY
Seharusnya sih tempat persiapan para OB untuk bikin kopi, nyiapin sarapan dan sejenisnya. Tapi sesuai kebutuhan Dan kreatifitas daya khayal karyawan, ruangan ini bisa menjadi multifungsi sebagai smoking room, gossip room, breast pump room, Dan room2 bagi komunitas underground lainnya. Pokoknya dari semua ruangan, pantry adalah ruangan paling top!

OB (OFFICE BOY)
Para malaikat penyelamat. Pahlawan tanpa tanda jasa. Percayalah, bila tak Ada OB , niscaya hancur seluruh kegiatan ekonomi perusahaan. Telepon boleh mati. Fax boleh rusak. Tapi kalo OB sakit? Stress menghinggapi seluruh kantor.

MESSENGER
Teman seperjuangan OB. Nasibnya-nya kurleb sama dengan OB. Tapi bedanya messenger lebih mobile karena tugasnya mengantarkan dokumen2 penting. Pekerjaan nan mulia sungguh. Walau terkadang jadi korban tangan2 karyawan jahil yang ingin menitipkan kado ke pacar yg letak kantornya (sangat amat) berjauhan.

JOBDESC
Stands for Job Description. Detail pekerjaan karyawan yang dituang dalam kontrak kerja. 80% dari JobDesc biasanya dianggap sepele Dan dicuekin. Sebaliknya, apabila gaji dipotong 80% malah akan menjadi bencana & malapetaka.

TOILET
Selain tempat buang hajat n dandan, toilet bisa menjadi ruangan pemersatu umat. Dimana sekali seminggu, sebulan, setahun atau bahkan seumur hidup si kasta rendah bisa berada satu ruangan dengan si kasta agung (kalo beruntung malah dalam keadaan celana melorot, dasi kena kencing, kolor longgar, lagi ngeden, bau kentut dsb)

SOUNDING
Istilah untuk pemberitahuan sesuatu yang harus di-up-dated kepada divisi2 yg bersangkutan. Walopun harusnya bersifat tulisan dan resmi, namun di tangan karyawan kebanyakan, sounding selalu bersifat verbal / oral Sehingga pada akhirnya yang terjadi buka up dated yang didapat melainkan word up atau malah fist up…(baca : tuduh2an / lempar2an) alamak jan.

CC & REPLY ALL
Istilah email yang selalu jadi bahan pembelaan nomor satu apabila proses sounding menjadi kisruh. Berdoa aja emailnya beneran nyampe, bukan mailer daemon atau lebih parah lagi masih ada di draft folder, hehehe.

MAN BEHIND THE DESK / ORANG KANTORAN
Ledekan para tenaga operasional lapangan kepada karyawan admin istrasi, apalagi yang berdasi. Namun karyawan admin strasi menyikapi dengan bijak, berupa keputusan tahan gaji, memotong uang lembur atau penyulitan admin istrasi kasbon dan cuti. Dengan alasan cerdas yang bersifat sangat teknis nan membingungkan tentunya.

AFFAIR
Bahasa indonesianya : SELINGKUH artinya (some might says) SELingan INdah KeluarGa UtuH. Salah satu dari sangat sedikit hal yang membuat semangat datang ke kantor.

FOLLOW UP
Kegiatan yang paling enak diucapin namun paling males dilakuin.

CONCERN
Bentuknya macem2 ada Tax Concern, Managemet Concern. Salary Concern, Employees Concern Namun apapun dan bagaimanapun bentuknya, concern2an ini pasti berujung dengan meeting nan membosankan yang sangat menguras waktu dan tenaga.

KASBON
Selamat hari ini. Celaka hari esok.

REIMBURSEMENT
Kata benda yang sangat diharap2kan kehadirannya oleh karyawan. Terutama bagi karyawan yang sangat mengabdi pada perusahaan. Karena bagi lidah orang Indonesiakata ini sangant sulit dilafalkan, maka dapat disingkat menjadi rembes atau rembesan. Contoh :
“Eh cuy, rembesan gw dah keluar belom?
“Belom nih coy, masih nyangkut di plafon”
“Dipercepat dong. Bokek nih”
“Beres. Jangan lupa traktirannya ya. Udah gw bantuin nih.. Lo kantau si bos paling lama soal begituan”
Jadi, reimbursement juga dapat menjadi semacam pungutan liar bagi bagian keuangan.

I HATE MONDAY
Terucap seminggu sekali. Biasanya di Senin pagi pukul 6. Hidup terasa berat & membosankan. Apalagi kalau pekerjaan menumpuk & jadwal meeting yg padat ada di depan mata.

MIDWEEK MADNESS
Ngambil istilah dari acara Rock MTV tahun 90-an. Saking annoyingnya gw males ngejelasinnya. Pokoknya pasti pada ngarti dah ya.

THANK GOD IT’S FRIDAY
Hari dimana 925 sama sekali gak berlaku. Istirahat 2 jam, dengan alasan solat jumat. Padahal malah ngelayap ke Gramedia / Gunung Agung. Karyawan wanitapun gak mo kalah dengan merayakan jumat siang dengan shopping dan makan siang di ujung dunia. Kayaknya bahagiaaaaa bgt!

ANNUAL LEAVE
Sesuat yang lebih ditunggu2 kehadirannya. Saking kreatifnya, karyawan bisa mengatur jadwal cutinya sesuai dengan keluarnya bonus sekaligus ketika pas kejadian proyek lagi ribet2nya. Hebat…hebat…

LONG WEEKEND
Gak ada kata yg tepat untuk mendeskripsikan kalimat ini kecuali : Anugerah Yang Terindah Yang Pernah Kumiliki by Sheila on Seven

--
@Kaskus by help-me

Tuesday, October 13, 2009

Top Ten Sign Dangerous Church

Potentially unsafe groups or leaders "come off very nice at first, they go for vulnerable people who are looking for answers, lonely, what you'd call 'normal people.' They're very good at what they do and can get people to believe anything. You might think you'd never get taken in, but don't bet on it. "
-- Margaret Singer, Ph.D.

Visit Culteducation.com Babel Fish Translation

By Rick Ross, Expert Consultant and Intervention Specialist
Ten warning signs of a potentially unsafe group/leader.

1. Absolute authoritarianism without meaningful accountability.

2. No tolerance for questions or critical inquiry.

3. No meaningful financial disclosure regarding budget, expenses such as an independently audited financial statement.

4. Unreasonable fear about the outside world, such as impending catastrophe, evil conspiracies and persecutions.

5. There is no legitimate reason to leave, former followers are always wrong in leaving, negative or even evil.

6. Former members often relate the same stories of abuse and reflect a similar pattern of grievances.

7. There are records, books, news articles, or television programs that document the abuses of the group/leader.

8. Followers feel they can never be "good enough".

9. The group/leader is always right.

10. The group/leader is the exclusive means of knowing "truth" or receiving validation, no other process of discovery is really acceptable or credible.

Ten warning signs regarding people involved in/with a potentially unsafe group/leader.

1. Extreme obsessiveness regarding the group/leader resulting in the exclusion of almost every practical consideration.

2. Individual identity, the group, the leader and/or God as distinct and separate categories of existence become increasingly blurred. Instead, in the follower's mind these identities become substantially and increasingly fused--as that person's involvement with the group/leader continues and deepens.

3. Whenever the group/leader is criticized or questioned it is characterized as "persecution".

4. Uncharacteristically stilted and seemingly programmed conversation and mannerisms, cloning of the group/leader in personal behavior.

5. Dependency upon the group/leader for problem solving, solutions, and definitions without meaningful reflective thought. A seeming inability to think independently or analyze situations without group/leader involvement.

6. Hyperactivity centered on the group/leader agenda, which seems to supercede any personal goals or individual interests.

7. A dramatic loss of spontaneity and sense of humor.

8. Increasing isolation from family and old friends unless they demonstrate an interest in the group/leader.

9. Anything the group/leader does can be justified no matter how harsh or harmful.

10. Former followers are at best-considered negative or worse evil and under bad influences. They can not be trusted and personal contact is avoided.

Ten signs of a safe group/leader.

1. A safe group/leader will answer your questions without becoming judgmental and punitive.

2. A safe group/leader will disclose information such as finances and often offer an independently audited financial statement regarding budget and expenses. Safe groups and leaders will tell you more than you want to know.

3. A safe group/leader is often democratic, sharing decision making and encouraging accountability and oversight.

4. A safe group/leader may have disgruntled former followers, but will not vilify, excommunicate and forbid others from associating with them.

5. A safe group/leader will not have a paper trail of overwhelmingly negative records, books, articles and statements about them.

6. A safe group/leader will encourage family communication, community interaction and existing friendships and not feel threatened.

7. A safe group/leader will recognize reasonable boundaries and limitations when dealing with others.

8. A safe group/leader will encourage critical thinking, individual autonomy and feelings of self-esteem.

9. A safe group/leader will admit failings and mistakes and accept constructive criticism and advice.

10. A safe group/leader will not be the only source of knowledge and learning excluding everyone else, but value dialogue and the free exchange of ideas.

Don't be naïve, develop a good BS Detector.

You can protect yourself from unsafe groups and leaders by developing a good BS detector. Check things out, know the facts and examine the evidence. A safe group will be patient with your decision making process. If a group or leader grows angry and anxious just because you want to make an informed and careful decision before joining; beware.

The Ross Institute
email: info@rickross.com URL: http://www.rickross.com

Copyright © Rick Ross

Wednesday, October 7, 2009

THE POWER OF NOW

Mau rintis usaha, mau jadi yang terbaik, ada target utama, cita-cita setinggi langit….
Semua yang baik, semua yang indah, semua yang menyenangkan, teruslah berpikir positif.
Is that it? Hanya sampai disitu saja? Mengapa orang dengan cita2 besar tidak maju2? Mengapa langkah mereka tersendat? Apa yang membuat mereka gagal? Mereka terus berpikir positif, terus memotivasi diri mereka tapi mereka tidak kemana2…

Ini dia masalahnya:
1. Terlalu lama berpikir tanpa langkah nyata tidak akan membawa anda kemanapun. Semua ada resiko, cepatlah memutuskan, setiap keputusan pasti ada konsekuensi, dan konsekuensi harus anda terima. Jalani semua tanpa penyesalan!

2. Harus anda sadari keberadaan anda di bumi ini hanya sementara, terlalu banyak rencana baik yang tidak tercapai hanya karena anda tidak menetapkan timeline dalam rencana anda. Anda terus menunda, sementara waktu terus berjalan. Beberapa terus berdalih: “Belum waktunya, harus bersabar, terus Tanya Tuhan." Then they justify themselves use that quote for shield.

3. Malas dan suka menunda adalah penyakit yang sangat konyol. Perubahan tidak datang dengan otomatis, harus diusahakan! Silahkan menunda, 5tahun dari sekarang anda akan masih tetap sama dengan saat ini.

4. Anda perlu orang-orang yang tepat untuk maju. Kadang kita tidak bisa maksimal di lingkungan yang tidak bisa membuat kita menjadi maksimal. Terlalu lama berendam di kolam yang kecil membuat kita jadi lembek dan terus merasa puas karena menjadi yang cukup diperhitungan di kolam kecil itu. Anda harus keluar dan melihat keluar, lihat dan tataplah lautan luas! Masih banyak ikan yang lebih besar dari anda, rasa puas yang anda miliki adalah kepuasan semu!

5. Jauhi dan buang hambatan. Ada banyak hambatan untuk maju, seperti orang-orang yang tidak tepat, kesenangan sesaat, kegiatan yang tidak berguna, semua hal yang mengganggu konsentrasi, semua hal yang mengganggu focus dalam berpikir. Lebih baik dihilangkan, karena what lies ahead is bigger than you ever expected when you have a strong will! Too much useless things will kill your time, when you kill your time, no result, no outcome, you are going no where.

6. Tidak suka belajar anda akan tetap menjadi orang yang “Cuma segitu”. Overestimating yourself surely ruins you. Underestimating yourself won’t unleash the real you! Maka doronglah anda sampai ke titik maksimal anda, maka anda akan tahu sampai dimana dan apa yang mampu anda lakukan. Karena sesuatu yang besar di dapat dari kesengsaraan, dari dalam apilah keluar sesuatu yang murni dan berharga. If better is possible, it means you haven’t done your best! Bukan bermaksud membuat anda menjadi perfeksionis, tapi sebisa mungkin buatlah tinjau ulang akan apapun yang sudah anda kerjakan. Mencari kemungkinan-kemungkinan baru efektifitas dan efisiensi bahkan peningkatan mutu dari hasil usaha anda. Barulah anda bisa do the best!

7. Teori selalu berbeda dengan realita, jangan kaget saat anda menemukan banyak perbedaan. Jangan pernah berpikir semua orang itu baik, bahkan banyak sekali orang yang pasang topeng senyum sementara memegang belati di balik baju mereka. Demikian juga dengan prosedur kehidupan, orang lebih suka dengan para manusia yang suka dan pandai berbicara, serta penjilat dibandingkan orang yang benar-benar memiliki kemampuan. Karena kata-kata manis lebih di dengar ketimbang kenyataan. Orang-orang suka dibohongi ketimbang mendengar kenyataan. Intinya adalah jangan naif! Orang naif dan polos pasti ditindas dan mati konyol.

8. Bila memang anda diharuskan menunggu karena semua hal tidak pasti, pastikanlah diri anda sendiri. Bila dalam ketidak pastian anda sendiri tidak memastikan diri, maka dapat dipastikan anda akan terkatung-katung seperti orang bodoh. Menunggu bukanlah tidak melakukan apa-apa, justru saat menunggu adalah saat terbaik untuk menempa diri, saat menunggu adalah mengisi masa itu dengan berbagai pengetahuan baru, hikmat baru, kegiatan baru, skill baru, teman-teman baru, dan target-target nyata yang baru dan realistis. PASTIKAN diri anda, tidak ada yang pasti selama anda tidak memastikan diri.

Apa yang anda inginkan? Apa yang ingin anda capai? Apapun itu, anda akan terus berkata: “the best is yet to come.” beberapa orang berkata seperti itu karena menghibur diri akibat dari “the best is never come in your life”. Berharap hari esok lebih baik dari hari ini, well that’s good. But I tell you, hari esok tidak akan menjadi lebih baik dari hari ini bila anda tidak mengambil tindakan nyata saat ini untuk berubah dan mencapai apa yang anda impikan. If you want it now, then you must do it now. change now, or never there..... Progress harus keliatan dan realistis. Kalau tidak ada progress yang keliatan, artinya anda TIDAK kemana-mana! Alias STAGNAN! Rencana yang baik, tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa tindakan nyata. The Power of NOW! Now or NEVER!
YOUR BEST LIFE IS NOW!
God bless….

Saturday, October 3, 2009

WHEN

When are we ready? To earn our right to love and to be loved? I don’t believe in superstitious whatsoever. Everything is predictable, check yourselves guys.

*It’s not when you feel you are lonely, you will always be lonely. Kalau u pikir dengan adanya pacar idup lu ga bakal lagi terasa sepi. Lu salah! Since loneliness is a state of mind. No one but yourself can change it.

*It’s not when you want to forget someone. Ga adil buat orang yang baru, coz you keep on thinking bout someone from the past. You haven’t freed your mind from the past. Keep thinking of him/her while you with new one. Pelarian bukan jawaban, u cuma akan menjadi another heartbreaker. Puas?

*It’s not when you are running from truth. Beberapa orang berpikir lari dari kenyataan akan mempermudah semuanya, nyatanya tidak. Masalah justru semakin rumit saat anda lari.

*It’s not when you are worried about the future. Some people ngebet gara2 masuk UP alias usia panik. Doing everything to get it, to be loved. It’s not about age, it’s about character maturity!

*It’s not when you are conquered by lust. Ga sedikit orang yang mati2an kejer cinta atas dasar nafsu. Yet, they covered themselves and justify themselves and say: “this is love!” in my eyes they are merely pathetic being ruled by their lust. Moreoever I hate what they do when they justify themselves with Holy Bible.

*It’s not when you need to be loved. To be loved, you must love first.

*It’s not when you are broken. Cuma God melalui waktu yang bisa heal your wounds. Not new person yang u perlakukan dengan tidak adil. You think you take nothing from him/her. Time is precious, always hearing your complaints then get dumped when you found new person is not fair.

But this:

*When you are ready and well prepared to face the consequences in being vulnerable. Selama anda tidak siap menerima konsekuensi, jangan pernah bermimpi to get there. It’s because keep on thinking about consequences why lots people stuck in their ways.

*when you no longer haunted by the past or being worried bout the future. When you are freed, you will find tranquility and clarity.

*when you fully take responsibility in your present life. Selama u ga bisa bertanggungjawab dengan hidup u, jangan harap u bisa dicintai.

*when you no longer care about the result and strive with all your might with sincerity.

*when you no longer running and hiding from yourself. Selama tidak bisa menerima diri sendiri, orang lain TIDAK AKAN PERNAH bisa menerima anda.

*when you start accepting other’s weakness. No tolerance? Nothing! Think twice, u think you are perfect, ga pernah salah? Berpikir kalo u perfect aja itu udah salah.

*when you do what you said, you really mean it. Not like a bunch of hypocrite. Integrity is a must.

*when you stop putting a nonsense standard. Standar yang ga masuk akal tanpa “ngaca” Cuma jadi bahan tertawaan.

*when you stop behave like a child and take a brave step into maturity.

*when you live your life to the fullest and stop regretting. Life is GREAT! Life is a bless! Cherish it!

Unless you stop blaming others and take 100% responsibility in your life, you will NEVER be healed!
I am but a man, and I can err.

"Hier stehe ich. Ich kann nicht anders. Gott helfe mir. Amen."-Martin Luther

God bless you!

Monday, September 28, 2009

The Picture of Me

Try to understand and look into my heart,
Before you are convinced, from what sets me apart.
Just like a painted picture, it displays a physical image.

Your visual concept of me is all you have
That's given...
From what you saw, what you heard, what you fear
Opinions and judgments carved up into your mind, and breathe
complex descriptions of the abnormal me...

Misjudged, misguided, guiled, rejected...
This image of me is what has protected the truth inside
That I hide beneath this opposite of all your lies...

You think you know...
Know the skin off my back, who I am, how I see, think, and hear...
The human consciousness has a sense to denounce and forbear everything….
Yes! Everything...

You'll never understand the nights I suffered...
Suffered from verbal and mental fatal abuse, discrimination, rejection
So you never ever saw my artistic abilities and all; my voice, knowledge, determination, experience, and creativity were to be left unseen.

All you have is this painting,
A mere image of me...
And so I'm disinclined from almost everything....

And just to think about it, your controversial opinions are only existent in your dreams and fantasy...
So you paint a wrong picture of me...

The ones who will see it clearly will look into my eyes,
and look into my heart to understand the truth that I seek morally everyday
in a world that is not promised the day afterwards.

Answering Mouth Disease

Di padang gurun yang sangat panas......
Seorang kakek dan cucunya yang masih kecil berjalan bersama untanya menuju sebuah kota untuk menjual barang-barang mereka. Mereka bertiga terus berjalan, melewati kota demi kota dalam perjalanan tanpa kenal lelah untuk berdagang.
Desert in China


Sang cucu yang begitu bersemangat karena ini adalah pertama kalinya ia keluar dari ladang menuju kota banyak sekali melemparkan pertanyaan-pertanyaan kepada sang kakek. Terjadilah percakapan antara cucu dan sang kakek.


Cucu: Kakek, seperti apakah kota itu?
Kakek: Ramai dan penuh warna.
Cucu: Seperti apakah yang dimaksud dengan penuh warna?
Kakek: Karena penuh dengan berbagai jenis manusia.
Cucu: Apakah ada banyak anak-anak sepertiku?
Kakek: Betul, banyak sekali.
Cucu: Apakah banyak juga kakek-kakek seperti kakek?
Kakek: Cukup banyak.
Cucu: Apakah mereka juga berambut putih seperti kakek?
Kakek: Nak, hari ini adalah hari yang istimewa. Kakek ingin memberi sedikit pelajaran yang luar biasa buatmu.
Cucu: Waw! Apakah itu?
Kakek: Ini kejutan,dan ada syaratnya. Mampukah kamu bertahan?
Cucu: Apapun Kek, apapun syaratnya aku mau.
Kakek: Baiklah, syaratnya adalah kau tutup mulutmu, bukalah telingamu lebar-lebar selama perjalanan ini hingga kita sampai kerumah. Bisa kaan?
Cucu: Bisa kek.


Mereka berjalan menuju kota pertama, Kakek dan Cucu menuntun untanya. Mereka berdua berjalan kaki menuntun unta. Memasuki kota pertama tampaklah serombongan para pedagang yang sedang berdagang, ketika melihat Kakek dan Cucunya menuntun unta, mereka menertawakan Kakek dan Cucunya.
"Kakek dan cucu yang bodoh sekali, punya unta koq jalan kaki. Baru lihat orang sebodoh ini."

Lalu berjalanlah Kakek dan Cucunya menuju kota kedua. Ketika itu sang cucu begitu lelahnya, hingga ia memutuskan untuk menunggang unta sementara Kakek menuntun unta. Ketika memasuki kota kedua untuk berdagang, ada para penduduk yang sedang berkumpul rapat dewan kota. Ketika melihat rombongan cucu-kakek-unta ini lalu berkata-kata satu dengan yang lainnya.
"Dasar cucu tidak tahu diri, kasihan sekali kakek itu, diisuruh jalan kaki menuntun unta sendirian. Cuaca kan panas, benar-benar cucu yang tidak berbakti!"

Lalu sesudah berdagang di kota kedua berangkatlah mereka ke kota ketiga. Kali ini Kakek begitu lelah, bertukar tempatlah mereka. Kali ini Kakek menunggang unta, sementara Cucu menuntun untanya. Memasuki kota ketiga, seperti di kota pertama ada pula gerombolan penduduk yang sedang bersantai-santai. Ketika melihat rombongan cucu-kakek-unta ini mereka berkata-kata satu dengan yang lainnya.
"Dasar kakek gila! Kasihan sekali anak kecil itu, disuruh jalan kaki seharian nuntun unta. Sudah bau tanah saja masih seperti itu. Kakek yang kejam!"

Sesudah berdagang di kota ketiga berangkatlah mereka ke kota terakhir. Saat ini Kakek dan Cucunya begitu lelah, mereka berdua menunggang punggung unta tersebut karena barang dagangan sudah tinggal sedikit. Memasuki kota terakhir, seperti di kota pertama ada pula gerombolan penduduk yang sedang arisan. Ketika melihat Kakek dan Cucunya menunggang unta, mereka berkata-kata satu dengan yang lainnya.
"Ga Kakek, ga Cucu... Sama aja, ga punya belas kasihan. Kasian banget sii unta, disuruh bawa barang, sekaligus juga dikendarai. Benar-benar jahat sekali."

China Desert


Hari menjelang senja, Kakek dan Cucunya berjalan pulang kerumah. Dalam perjalanan pulang, Cucu hanya terdiam berpikir keras. Terjadilah percakapan lain dalam perjalanan pulang mereka.

Kakek: Nak, apakah ada yang mengganggu pikiranmu?
Cucu: Aku bingung Kek.
Kakek: Tentang apa?
Cucu: Tentang orang-orang tadi, mengapa mereka mengata-ngatai kita?
Kakek: Orang tadi mengata-ngatai apa?
Cucu: Kita disebut bodoh, aku disebut cucu tidak berbakti, dan Kakek disebut kejam, bahkan terakhir kita disebut jahat.
Kakek: Lalu mengapa?
Cucu: AAAH!!! Kakek koq begitu? Mengapa Kakek menerima saja kita dicap seperti itu?
Kakek: Wah, rupanya kau belum belajar, Nak.
Cucu:.......... Belajar apa?
Kakek: Pertanyaan Kakek padamu adalah, apakah kita bodoh? Apakah kau cucu tidak berbakti? Apakah aku kejam? Apakah kita jahat? Seperti yang mereka katakan?
Cucu:.............. Tidak.............
Kakek: Kalau kita tidak seperti apa yang mereka katakan, mengapa kita harus peduli dengan apa yang mereka katakan?
Cucu:.......................................(menghela nafas, karena masih belum bisa mencerna kata-kata kakek).
Kakek: Lalu soal perkataan mereka, dari mulut siapakah itu berasal?
Cucu: Dari mulut mereka!(setengah marah, karena masih mengingat apa yang sudah terjadi).
Kakek: Lalu itu artinya hak mereka mau bilang apa tentang kita. Mampukah kita mengatur apa yang akan mereka katakan tentang kita? Apakah kita bisa memaksa mereka untuk terus memperkatakan hal-hal manis tentang kita? Dan bukanlah urusan kita mempedulikan apa omongan mereka, karena apa yang mereka omongkan merupakan urusan mereka dengan tuhan mereka. Biarlah kita menjaga diri kita berjalan sesuai dengan jalan Tuhan kita.
Cucu: ..................(tertegun dan terus berpikir menuju pencerahan)


Kenapa gue nulis cerita Kakek, Cucu dan Unta? Soalnya abis nonton UP.
Bedanya, Kakek di UP kaya anak kecil dan egois. Disini sii Kakek gue bikin model2 Wiseman macam Thio Sam Hong gitu. Wakakakakakakaaka.
Ini cerita pernah baca dolo dimana gt, cuma ga detil bikin ilfeel aja. soo gue perdetil biar asik and idup.

Morale:

1.So the best way is, kalo kita ga seperti yang digosipin go on aja. Enjoy life! Be happy! Ngapain juga jantung sesek, otak pusing, ga bisa tidur, stress mikirin hal ga jelas. Hak mereka koq mo ngomongin kita apa. We Should be flattered, dijadiin bahan omongan meski kita bukan seleb.("seleb" is a dangerous word, bisa memancing kenarsisan). Revenge? Please deh! Ga banget, seperti kata nyokap gue; "ngapain ngurusin sampah!"
wakaakakakakakakakakakakak
aka.

2. No matter what you do, people have their own opinion regardless how sincere you do it. So cek hati sendiri aja, ngapain ngurusin omongan orang. hehehe.

Story nya ditulis ulang buat ngegambarin sebuah verses dari kitab Tao "Hua Hu Ching" by Lao Tzu.
"This is the nature of the unenlightened mind: The sense organs, which are limited in scope and ability, randomly gather information. This partial information is arranged into judgments, which are based on previous judgments, which are usually based on someone else's foolish ideas."

Hope you all enjoy the story, tadinya lagi blajar nulis cerita anak.
(rasanya terlalu berat buat dijadiin cerita anak).
But as usual 2 favorite words: "THE HELL!"
wakakakakakakakaka.


Thursday, September 24, 2009

Better of Alone

I am so scared of her....
I am scared of her charm....
I am scared of her spells....
I am scared of her traps....

Yes, I am scared of sinning.
I don't want to make all these efforts end up in vain.
I don't want to make my life lost like those who end up strangled in sin

No mater how hard
I have to do this
End all this madness here
Once and for all.....

Better of alone...
Yeah, I think of better of alone.
Waiting...
Erase all those pictures from my mind.

Better of alone....
In deep solitary life
Back into contemplation
Surrounded by tranquility

Wednesday, September 23, 2009

ENLIGHTENMENT

Enlightenment is not about what's right or wrong.
We are merely human, we have no right to judge others.
We are not God, some of us acted as if he is God.
We have different standard of commonsense, moral, principle and even virtue.
Some people push themselves to swallow something they can’t even comprehend, they seek world's acknowledgement with stubbornness. They consider themselves as a master and surround themselves with selfish pleasures and bestow their grandiose teachings upon the unwary. They think they can reach the higher place in doing such thing by getting admiration from this world. This half-assed enlightenment constantly sacrifices the truth and deviate from God.

The more I think, it gets clearer that there is no such thing as superiority in spirituality.
Only total awareness, total control, endless learning. And why some people get higher respect than the others? Integrity, integrity is the last result of harmony between thoughts, words and works. It’s easy to think, it’s easy to say, but doing what you think you should do, or doing what you said it’s another story. Think right, speak right and do right is the center of harmony. Last measurement is the effect and fruits of his thoughts, words and works.

Enlightenment is not journey to get acknowledgement and admiration from others.
It's about spiritual self-fulfillment journey not to perfection but to total awareness, total control of oneself. When the mind, body and soul become one and act in one harmony and this is the greatest pleasure a man can get.

Attachments, desires, interests, fake comforts are temporary goals.
The real embodiment of the purpose of living is become a highly evolved being. What is highly evolved being? He who practice virtues, never sop learning, never stop changing, never stop believing, being true to others, being true to oneself, being true to The Creator. He who accept the long and often arduous cultivation that is necessary to attain his goals, quietly shoulder whatever responsibilities fall upon his shoulder. Endlessly relinquish his negative habits and attitudes and has sincere heart. He lives in the real world, and extends his virtue to it without discrimination in the daily round in endless imperfect journey called life.

Tuesday, September 22, 2009

False Church - Real Church

God is Spirit and His kingdom is a spiritual kingdom The church is the body of Christ, which is also a spiritual body comprising if people in whom the Holy Spirit of God dwells. The true church is a spiritual church whereas the false church is the human organizations that proliferate the earth.

The true church is an organism under the guidance of the Holy Spirit of God. Jesus is the Head of the church, His body (Col. 1:18) Jesus Himself, guides each member of the body by the Holy Spirit as in a natural body the head controls the functions of the body via the central nerve system.

The false church is an organization, ruled and controlled by wicked men who have deceived believers into believing that they are the chosen instruments of God. They rule people through doctrine, making them slaves of the church. They use the Bible as a tool to control and manipulate people, extorting money from them, placing them under fear of damnation if they do not obey the church.

Many serious souls are deceived into submission by the false church. If these people wake up to the deception of the false church they are branded as heretics and violently persecuted. The false church takes souls captive into slavery to itself. It does not bring people into a right relationship with God. It has nothing to do with God. It has a form of godliness but it has denied the power of God. The Spirit of God is excluded – God is Spirit, so the false church is total separation from God.

The false church is a wicked institution. It uses doctrine devised to capture souls into slavery to the false church, not into obedience to Jesus Christ. It uses its own interpretations of scripture to legalize its wickedness. Gross iniquities and sins are committed and approved of under the cover of God’s grace. God does not tolerate any sin and will not excuse any sin either. The false church preaches tolerance to sin and is violently opposed to obeying Jesus Christ. Homosexuality, fornication, adultery and other immoralities are not only approved but also openly practiced by false church leadership.

There are various grades of evil in false church organization but at the core of it all is flesh, a man made organization managed by man and not by God. Some claim to be more pure than others but they are all just a different flavor of the same evil. False Church organizations are all fake, not part of Jesus Christ. “That which is born of the flesh is flesh, and that which is born of the Spirit is spirit.” John 3:6. THERE IS NO REMEDY! The root is rotten, the tree and branches are rotten too.

There is only one way to please God: Stay in a relationship with Jesus and be guided by His Spirit every moment of your life. Then you are part of the real church, His body, guided by His Spirit, to do His will. That is the real church.

THANK YOU FOR WHATEVER YOU ARE

People come into your life for a reason, a season or a lifetime. When you know which one it is, you will know what to do for that person.

When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled, their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.

Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn. They bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy. Believe it, it is real. But only for a season.

LIFETIME relationships teach you lifetime lessons, things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.

Thank you for being a part of my life, whether you were a reason, a season or a lifetime.

CHRISTIAN CELEBRITY

The glorification of the creature instead of the Creator is a wickedness in the sight of God. Christian celebrities attract the attention to themselves and become rich and famous from the gospel of Jesus Christ. They are adored and followed instead of Jesus, the Lord of lords and King of kings.

Christians adore these celebrities. They are preachers, prophets, healers, singers, worship teams, skit performers, dancers, movie stars and rock stars. They appeal to the flesh, their own and that of their followers. As soon as man is exalted God is forgotten.

They use technology to create an atmosphere of sanctity but it only glorifies and satisfies the flesh. The followers are always in awe of the performer but do not fall down and worship the real God and Master Jesus Christ. Instead of repentance and holiness the performances result in the satisfaction of the flesh. People want to feel good, enjoy the performance. They love their pleasures and their lusts.

God will judge both idols and idolaters, both will go down into the pit। There is no partiality with God, He knows the intention of the heart of man, He judges righteously. All the glory goes to Jesus, He is a jealous God and will not share His glory with man.

Written by Jan Boshoff

My First Post

About Me

I am a sinner, not religious person whatsoever.
Merely a man who try to express what he saw, what he felt, what he heard, what he learned, what he spoke to writings.

Life is an endless journey, full of colors and flavors.
Every single thing has their own reason.

I just want to tell the world the joy of living.
The journey of a sinner...
Learning the truth in Faith, Hope and Love.

Regards.......