Thursday, January 28, 2010

Loving

Most people say like this:
"I love you because I need you."
But my God says this all the time:
"I need you because I love you."
He really needs me, because He really loves me.
-K-ray Cahyadi-

So if we believe that we shared the same image as our God, we should be able to love with sincere heart. We can also need others because we love them, not because ulterior motives, interests or hidden agendas. Most people need a reason to love, and somehow when the reason fades away so does the feeling. We all should know that:

We fall in love by chance.
Love come into our life without notice, we always wonder why suddenly such feeling can struck our heart. It changed how we see things in our life, everything look so bright and interesting. We never know what the correct answer why we love him/her. We just know that we love him/her no matter how jerk or tricky he/she is.

We stay in love by works.
Only works can make us stay in love. Compromise, adaptation, tolerance, taking, giving, loyalty, commitment, responsibility, respect, forgiving and selfless. Most people fail because of their ego, always took for granted of everything, judging, never accept partner's opinion, being a jerk, betrayal. Loving actually is the biggest lesson in human's life. You stop learning when you stop loving.

We out of love by choice.
It's your choice to accept arduous and harsh treatment from your partner.
It's your choice to hurt your partner.
It's your choice to betray him/ her.
It's your choice to stop paying attention.
It's your choice being selfish.
It's your choice cheating behind his/her back.
Remember, every choice has consequences, choose wisely, calculate the result.
Each choice draws unimaginable consequences, either it's good or bad.

To fear love is to fear life, and those who fear life are already three parts dead.
Every end gives new strength and spirit.
As for me, the words: "Live Hapily Ever After" is not a destination. But a journey that needs a lot of efforts. Finding the one is not a goal, actually beginning of a new chapter. A chapter of adaptation, understanding, taking and giving. Most people disappointed in the end because ruled by their ego, always take but never give. No tolerance and compromise take you nowhere, just another break up.
Big God bless you

Tuesday, November 24, 2009

Friday, November 13, 2009

Unconditional Love

Most people say like this:
"I love you because I need you."

But my God says this all the time:
"I need you because I love you."
He really needs me, because He really loves me.

So if we believe that we shared the same image as our God, we should be able to love with sincere heart.
We can also need others because we love them, not because ulterior motives and interest.

-K-ray Cahyadi-

Wednesday, October 28, 2009

TIME

Each moment is fragile and fleeting.
The moment of the past cannot be kept, however beautiful. The moment of the present cannot be held, however enjoyable.
The moment of the future cannot be caught, however desirable.

But the mind is desperate to fix the river in place: Possessed by ideas of the past, preoccupied with images of the future, it overlooks the plain truth of the moment....
The one who can dissolve his confused mind in silence will suddenly discover the tranquility at his feet, and clarity at hand.

When tranquility and clarity has become one of your possessions, you can control your whole life properly. Because there, you will see the master plan that God has made for each of us. He has our manual books. meaningless sound invites lots of interpretations. but silence invites clarity and tranquility. in silence, you will hear His Words more than you expect.

Never preoccupied ourselves with troubles and sadness...
Preoccupied by the leaf, you can't see the branch.
Preoccupied by the branch, you can't see the bark.
Preoccupied by the bark, you can't see the tree....
Preoccupied by the tree, you can't see the forest.
Preoccupied by the forest, you can't see the mountain.
Preoccupied by the mountain, you can't see the entity and the beauty of the entire universe.

It's not wise to waste your time preoccupied by useless matters. We have limited time on earth, we all die eventually. Think how to improve yourself, be extraordinary!

Monday, October 26, 2009

Apartemen Lantai 60

ada satu keluargayang kontrak rumah membeli sebuah apartemen di lantai 60. apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. then, tibalah hari yang dinanti. apartemen dambaan telah jadi selesai dengan baik. dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka.

mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain. "nanti diatas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai denger musik,bisa meneropong jauh, bersantai mandi dolo, pokoknya enak deh..."demikian pikir mereka.

sesampainya mereka disana, mereka menemui developer. ternyata, apartemen itu baru setengah jadi. dan lift belum terpasang. mereka sangat kecewa dibuatnya. mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat.

mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.

sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "toh diatas kita ga perlu telpon or pesen apa2"demikian menurut mereka.

di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "toh kita masih pake baju."

lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu2 yang kita punya itu2 aja."

teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "toh tadi masih kenyang makan banyak."

lalu... di lantai 55 teropong dengan tripod yang seangat besar mereka tinggalkan begitu saja.
"toh diatas mau liat apa, belom jadi semua tower yang laen."

sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari, yang mereka miliki hanya sebuah kasur.
tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.

and so....
what's the point? mungkin bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang.
perjalanan itu melambangkan kehidupan.
tiap lantai yang ada, melambangkan umur.
dan anda adalah keluarga tersebut.
barang2 tersebut adalah mimpi anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan anda.

di umur 25 anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan anda, tanpa sadar anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial.

di umur 30 anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi anda akibat sulitnya bersaing.

di umur 35 anda mulai melupakan kesenangan ya ng anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan anda tidak mencukupi.

di umur 45 anda berhenti makan makanan yang anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini.

di umur 55 anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang anda lewati, anda mulai khawatir dengan masa depan anak anda.

di umur 60, anda menyesal, tidak banyak yang anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan.
anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, anda tidak memiliki achievement yang bisa dibanggakan, anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat anda, anda tidak bisa menikmati hobi anda di masa muda, kesehatan badan mengkhawatirkan.

so as i said to my friend, idup cuma dateng 1x. make sure! you fight for your dreams.
jangan lepasin, tapi usahakan. jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
dreaming is a freedom, so free your dreams.

Sunday, October 25, 2009

Not Good Enough?

Wow! Keren! Mantep! Luar biasa! Koq dia bisa yaa? Kekaguman mengisi hati kita. Rasa kagum pun lalu tiba-tiba pupus digantikan dengan perasaan yang lain. Perasaan inferioritas mengisi pikiran kita. Kita mulai membandingkan diri kita, kita dapati kalau kita tidak bisa apa-apa. Tidak ada yang cukup baik dari dalam diri kita untuk bisa dibanggakan.
Minderlah kita jadinya. Sementara di mata kita, terlihatlah orang-orang yang bercahaya mampu membuat banyak khalayak berdecak kagum. Kita pun pusing, kita sangat ingin menjadi seperti orang itu. Kaya, bisa main musik, jago masak, bisa menulis, ahli membuat lagu, ahli programming, dan lain-lain. Lalu jatuhlah kita kedalam fase lanjutan pusing tadi menjadi desperate. Hidup kita tidak terlalu menarik bila dibandingkan orang lain. Miskin petualangan, kurang warna, dan seperti biasa, kebun orang lain terlihat lebih indah dibandingkan kebun sendiri. Kita mulai bersungut-sungut pada Tuhan, “kenapa sih Tuhan ciptain saya tanpa ada satu hal pun yang baik?” Semua suram rasanya.

Ya! Teruslah salahkan keadaan, lanjutkan menyalahkan keluarga anda, teman-teman dan Tuhan. Anda telah percaya bahwa anda adalah orang yang salah di waktu dan tempat yang salah. Maka anda juga menganggap bahwa eksistensi anda merupakan sebuah kesalahan. Dan Tuhan menciptakan anda secara tidak sengaja alias kecelakaan yang tidak disengaja. Anda merasa anda adalah produk gagal.

Tahukah anda? Sekecil apapun anda di hadapan manusia, Tuhan ciptakan anda dengan talents dan segudang keunikan. Mengapa anda memaksakan diri ingin menjadi orang lain? Cobalah anda teliti dan analisa diri anda sendiri, pasti anda akan temukan ada sebuah talenta yang Tuhan beri. Mungkin talenta anda begitu kecil dan tidak signifikan, mungkin anda merasa talenta anda tidak ada gunanya sama sekali. Tapi ketahuilah, sesuatu yang Tuhan tanam dalam diri anda yang anda rasa tidak berharga di mata anda, bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga di mata orang lain.

Jangan selalu melihat kepada orang lain, you can’t use what you don’t have. Tuhan hanya pakai apa yang ada padamu. Saat Musa terus menerus mengeluh dan beralasan, Tuhan hanya bertanya di kitab Keluaran 4:2; Tuhan berfirman kepadanya: “Apakah yang ditanganmu itu?” jawab Musa:”Tongkat.” Tuhan tidak tertarik akan hal yang tidak ada padamu, tapi Tuhan bisa lakukan perkara besar dengan apa yang ada di tanganmu, meski tidak berguna di mata anda, apapun yang anda miliki adalah dari Dia, dan Dia mampu melakukan banyak mujizat luar biasa dari apa yang anda miliki.

Kita ingat perumpamaan tentang talenta, ada yang diberi satu, ada yang diberi dua, ada yang diberi lima(Matius25:15). Semua orang tahu, kalau tidak mengembangkan talenta itu dosa. Tapi mari kita tilik sedikit kisah ini dari sebuah sudut pandang lain. Kalau kita baca, hamba yang memegang satu talenta pergi lalu menyembunyikan apa yang tuannya beri. Besar sekali kemungkinan, hamba yang diberi satu talenta ini membandingkan dirinya dengan dua hamba yang lain. “Mengapa yang lain diberi lima? Mengapa dia diberi dua talenta? Kenapa aku hanya diberi satu talenta saja? Ini tidak adil, tuanku tidak adil! Lagi pula rasanya sungguh egois memerintahkan aku mengembangkan hartanya. Lebih baik aku kembangkan saja yang aku punya yang bukan dari tuanku. Sebaiknya aku ikuti anjuran temanku untuk mencari talenta lain diluar tuanku.” Kurang lebih itulah isi pikiran dia sehingga membuatnya menyembunyikan apa yang tuannya beri.

Oke, itu dari sudut pandang hamba yang dipercayakan satu talenta. Marilah kita baca lagi Matius 25:15;”.............., masing-masing menurut kesanggupannya, ...............” maka kita tahu kalau tuannya memberikan tanggungjawab yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Mengapa dia harus merasa tidak puas? Bayangkan, bila seorang buruh yang mendadak menuntut ditempatkan di posisi strategis seperti CEO tanpa kemampuan dan kapasitas yang memadai. Mungkinkah semua berjalan mulus?
Mengapakah banyak dari kita yang tidak tahu bahwa semakin banyak kita dipercayakan talenta, makin besar kita dituntut untuk mengembangkannya? Bukankah ada tertulis; “Yang diberi sedikit akan dituntut sedikit, dan yang diberi banyak daripadanya akan dituntut banyak.” Hal ini juga berlaku untuk hal talenta. Kita tahu buruh hanya mengerjakan tugas sederhana seperti mengoperasikan mesin, tugas dan tanggung jawab dia sangatlah terbatas. Jenis pekerjaan mereka pun tidak terlalu kompleks dan menuntut mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir. Tanggung jawab mereka tidak besar. Tapi coba kita bandingkan dengan seorang CEO, CEO dituntut mengetahui semua bagian dari sebuah perusahaan. Dia dituntut mengenal semua seluk beluk industri perusahaannya. Dari pengadaaan bahan, sistem organisasi, sistem pembukuan, sistem gaji, peralatan, perhitungan resiko, strategi pemasaran, manajemen SDM, manajemen SDA, dan lain-lain. Pekerjaan seorang CEO lebih berat dan kompleks. Jadi jangan hanya lihat gajinya saja, tugas CEO sangat berbeda jauh dibandingkan buruh. Berpikir dengan otak lebih melelahkan dibandingkan dengan bekerja dengan tenaga.

Tidak sedikit mereka yang iri, saat melihat ada orang-orang yang memiliki kapasitas dan kemampuan lebih dalam talenta mereka. Sebenarnya mereka awalnya sama saja, hanya saja ada sebuah perbedaan. Mereka yang sukses mengembangkan talentanya, menjawab tantangan saat datangnya sebuah promosi. What is promotion? Promotion is doing more works in the same amount of time. Which it means is mereka mau dengan sadar dan tanpa merasa terpaksa untuk masuk ke dalam kondisi yang menekan mereka, yang menuntut mereka melakukan hal lebih dalam tenggang waktu yang sama. Saat anda ingin jago masak, anda harus lebih banyak membuat beberapa menu sekaligus di waktu yang sama saat anda berada di dapur. Saat anda ingin jago bermain gitar, anda harus bisa memainkan variasi arpeggio lebih banyak dalam satu sesi latihan. Anda juga harus menulis artikel lebih banyak dalam satu deadline yang sama saat anda mau menjadi penulis yang serius.
Tidak cukup baik? Atau masih kurang baik? Tuhan selalu beri yang terbaik pada kita. Dia ciptakan kita baik adanya. Jangan memaksakan agenda kita pada Dia, berserah penuh pada-Nya. Apa yang ada pada kita adalah sempurna, tergantung cara kita mengolahnya. Tanah yang baiklah yang menghasilkan buah yang baik, jangan minder dan tidak percaya diri, karena rasa minder dan tidak percaya diri adalah semak duri yang mematikan benih talenta yang sudah Tuhan tanam dalam diri kita.

Berbahagialah pula bila anda diberikan modal yang sedikit, karena modal yang sedikit bisa berkembang menjadi banyak bila anda mengelolanya dengan baik. Sangat berbeda bila anda dari awal sudah diberi banyak modal, kecenderungan bocornya alokasi dana lebih besar. Karena anda tiba-tiba saja mengelola sebuah organisasi yang besar dan kompleks. Start small, grow big, end huge lebih baik seperti itu ketimbang dengan start big, grow small, end bankrupt. Uang yang besar hanya bisa dikelola dengan baik bila anda cakap mengelola uang yang jumlahnya sedikit.

Janganlah berkecil hati bila anda hanya dipercayakan Tuhan dengan sedikit talenta, karena dengan demikian anda bisa lebih fokus mengembangkannya. Bandingkan dengan orang yang diberi banyak talenta, mereka kesulitan mengembangkannya karena sulitnya menyediakan waktu untuk memberi perhatian lebih. Karena waktu sangat terbatas membuat siapapun, termasuk orang yang punya banyak talenta untuk memilih dan mengembangkan hanya satu atau beberapa talenta yang benar-benar bisa dikembangkan dengan serius. Ingat kata-kata wejangan paman dari Peter Parker sang Spiderman: “With great power, comes great responsibility.” Anda bertanggung jawab kepada Tuhan, kiranya talenta anda sekalian menghasilkan buah yang baik, buah yang bisa membuat nama Tuhan dipermuliakan.

God Bless You!

Friday, October 23, 2009

THE MORE I THINK, THE MORE CONFUSED I GET

Well, judul diatas sangat tepat menggambarkan apa yang terjadi di dalam hidup temen2 gue. Mereka kebanyakan mikir, yang jujur saja sebagai seorang teman gue bingung dan terpaksa ikut-ikutan latah berpikir melanggar salah satu aturan baku yang udah gue terapin dalam idup gue yaitu; "jangan memikirkan hal yang tidak produktif."

Cukup membingungkan mengapa banyak orang cenderung menikmati ketersesatan mereka di dalam pikiran mereka sendiri. Mereka memilih terhanyut di dalam praduga mereka, menerka ketidakpastian seolah menjadi hobby yang lebih menarik dari pada sedapnya petikan gitar Jim Hall. Sungguh aneh pula memikirkan sesuatu yang tidak nampak dan tidak pasti. Tidak seperti jas suede cokelat Zara yang begitu menarik mata gue pas shopping baju kemaren di Mal Taman Anggrek(asli! keren mampus dah!).

"The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all true art and all science. He to whom this emotion is a stranger, who can no longer pause to wonder and stand rapt in awe, is as good as dead: his eyes are closed."-Albert Einstein.

Misteri adalah suatu keindahan saat kita menatapnya dengan kekaguman(wonder), sementara ketika kekaguman ini membuat kita tenggelam dalam pikiran kita sendiri, memikirkan ketidakpastian, menebak-nebak tanpa suatu tujuan yang jelas(produktifitas) tanpa sadar kita telah membuang-buang waktu kita(tidak efisien dan efektif).

Mungkin banyak orang bingung kenapa sepertinya idup gue enteng sekali. Idup gue idup yang biasa-biasa saja, hanya saja gue menikmatinya dengan cara yang luar biasa. Cara yang sangat sederhana sekali, bahkan gue selama ini tidak pernah menganggapnya sebagai sebuah rahasia.

Sebuah syair dari lagu milik Syaharani berbunyi demikian: "Bagiku cukup tuk menikmati yang ada dan terjadi."
Ya! Sesederhana itu! Bagi gue, hal terutama adalah mensyukuri segala hal yang ada di dalam idup gue. Entah itu baik, entah itu buruk. Karena semuanya ada dengan sebuah alasan, yaitu demi sebuah kesempurnaan. Kesempurnaan adalah kesatuan indah antara hal yang menyenangkan dan hal yang tidak menyenangkan.

Bagaimana kita bisa menikmati terang, bila kita tidak pernah merasakan gelapnya malam?
Demikianlah dengan cinta; "The hurt and the pain are things you must experience and endure, in order to find where your heart resides."-K-Ray Cahyadi

Gue memilih diam dan menikmati semuanya, I chose to sit back and enjoy the show.
"Everything should be made as simple as possible, but not simpler."-Albert Einstein

God Bless you.