Sunday, May 30, 2010

Sorry?!

Rasanya mudah sekali orang minta maaf. Maaf seolah menjadi komoditi pelumas dalam semua hubungan. Hanya saja, beberapa orang justru memanfaatkan kata maaf ini untuk memanipulasi keadaan.
Hati-hati saudara, banyak sekali serigala berbulu domba diluar sana. Ada beberapa orang yang menggunakan kata maaf ini untuk memanipulasi anda, dan mereka tidak segan-segan menggunakan kata maaf ini hanya untuk sekedar bermain peran untuk menyakiti anda lagi, mengambil keuntungan dari anda lagi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Anda harus bisa membedakan kata maaf yang palsu dengan yang asli dan penuh kesungguhan. Terutama dari seorang pria, karena ada sebuah fakta yang menarik bahwa menurut Sam Margulies di blog nya yang bertajuk Psychology Today
"Men tend to view apologies as humiliating and a loss of face. Scholars of gender communication have observed that for men, verbal communication is tied up with their concern for the way their status is perceived by others. Men are more conscious of the impact of what they say on how others perceive their power position or lack of power. So for a man to acknowledge that he has done something wrong often means that he feels diminished in the eyes of those who hear the apology."

Terjemahannya:
"Pria Cenderung melihat kata maaf sebagai sesuatu yang memalukan dan membuat kehilangan muka. Sarjana-sarjana dari Komunikasi Gender memperhatikan itu dari para pria, komunikasi verbal terikat dengan keprihatinan para pria akan bagaimana statusnya dinilai oleh orang lain. Pria lebih peduli akan pengaruh perkataan mereka dari bagaimana orang lain menilai posisi kekuatan atau kelemahan mereka. Jadi untuk seorang pria mengakui bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah seringkali dia merasa dirinya mengecil dimata orang yang mendengar permintaan maafnya."

Untungnya ada perangkat pendeteksi untuk mengukur seberapa serius permintaan maaf seseorang.

1. Mengakui Kesalahan.
Sebelum meminta maaf, apa susahnya berkata "Saya sudah salah" rasanya sangatlah aneh bila kita hanya mendengar kata maaf. Kata maaf diikuti oleh tanggungjawab! Bagaimana mau tanggungjawab kalau kesalahan saja tidak mau diakui? Jangan minta maaf bila tidak mau secara rendah hati mengakui kesalahan! Karena kata maaf yang diucapkan sangat terdengar MEMUAKKAN!

2. Mengakui bahwa Perbuatan tersebut telah merugikan.
Entah itu dalam bentuk barang ataupun non material seperti menyinggung perasaan, orang yang meminta MAAF HARUS menyadari akibat dari perbuatannya. Selama tidak menyadari hukum sebab akibat, orang macam itu lebih baik dijauhi saja.

3. Mengungkapkan Penyesalannya.
Minta maaf tetapi TIDAK menyesal? Coba bayangkan misalkan keluarga anda dibunuh dan tidak lama pelakunya ditangkap. Dia minta maaf, tapi tidak menyesal. How's that feel? Maka bila anda tidak memiliki penyesalan, lebih baik jangan minta maaf.

4. Tidak mendebat anda ketika anda mengkritiknya.
Bayangkan, sudah jelas salah tapi masih punya waktu untuk beradu argumen, beralasan, bahkan berbohong untuk menguatkan premis-premisnya. Atau lebih parah lagi adalah mencari-cari kesalahan anda supaya dia bisa merasa sebanding dengan anda. Luar biasa bukan?
Kalau bahasa Jawa untuk tipe manusia seperti ini ada 1 kata yang sangat cocok, Ngeyel alias mbalelo.

5. Berjanji untuk Tidak akan mengulanginya lagi.
Cukup jelas, jangan menerima orang yang sering melukai anda kecuali anda adalah sadomakis perasaan yang suka disakiti.

6. Melakukan PERBAIKAN!
Entah itu material atau non-material. Namanya perbuatan selalu ada konsekuensi.
Jangan berbuat kalau tidak mau konsekuensi, itu hal sederhana dan orang goblok pun tahu.

7. Mencari pengampunan.
Benar-benar serius mencari namanya pengampunan. Hak pemberi maaf untuk menjaga jaraknya, kalau memang benar-benar minta maaf haruslah mencari namanya pengampunan alias benar-benar CLEAR!

Jadi bila 7 hal tersebut tidak anda dapati, jangan ragu untuk walk away jauh-jauh dari orang seperti itu. Sangat menyebalkan bila seseorang hanya memanfaatkan anda, menjadikan anda bulan-bulanan keegoisannya. Oh tentu saja, anda HARUS mengampuni dia, tapi merupakan hak anda untuk tidak menerimanya lagi di dalam hidup anda. 7 hal tersebut hanyalah barometer pengukuran layak atau tidaknya seseorang diberi kesempatan untuk masuk dalam hidup anda.

Say SORRY, ONLY IF YOU REALLY MEAN IT! Plus STOP ARGUING WHEN YOU OBVIOUSLY WRONG! DON'T MANIPULATE SOMEONE'S ANGER! IT GET WORSE WHEN HE FOUND OUT!

Forgiven, but NEVER FORGOTTEN!